unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Saham AI Kembali Terjual, Wall Street Berguncang

Saham AI Kembali Terjual, Wall Street Berguncang

Saham AI Kembali Terjual, Wall Street Berguncang
Lantai bursa New York Stock Exchange saat aksi jual saham AI
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Saham-saham kecerdasan buatan (AI) kembali mengalami aksi jual besar-besaran pada Selasa, membuat Wall Street berguncang.

Indeks S&P 500 turun 0,9% setelah sempat naik 1% dan jatuh 2,3% pada perdagangan tengah hari.

>>> Persediaan Minyak Negara Maju Anjlok ke Level Terendah Sejak 2003

alt top

Indeks Nasdaq komposit turun 1,7%, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 82 poin atau 0,2% pada pukul 14.00 waktu setempat.

Saham perusahaan chip dan memori yang menjadi tulang punggung AI berbalik dari kenaikan awal menjadi kerugian.

Micron Technology sempat melonjak 4,2% sebelum akhirnya jatuh 5,1%. Saham perusahaan memori komputer itu sebelumnya melonjak 9,9% dan anjlok 13,3% dalam dua hari terakhir.

alt mid

Saham Micron telah naik tiga kali lipat tahun ini, sehingga menuai kritik bahwa kenaikannya terlalu cepat.

Setelah aksi jual pekan lalu, muncul pertanyaan apakah saham AI akan mengalami penurunan panjang atau hanya perlu koreksi untuk menghilangkan optimisme berlebih.

Marvell Technology turun 10,7% dan Advanced Micro Devices anjlok 5,9%, setelah keduanya juga menghapus kenaikan awal.

Nvidia turun 1,6% dan menjadi salah satu penekan terbesar S&P 500 karena perusahaan chip itu adalah perusahaan terbesar di Wall Street berdasarkan nilai.

Sejumlah perusahaan AI besar berlomba mencatatkan sahamnya di bursa AS dengan harga tinggi.

OpenAI, pembuat ChatGPT, pada Senin mengajukan dokumen rahasia ke regulator AS untuk penawaran umum perdana (IPO). IPO SpaceX juga bisa terjadi akhir pekan ini.

Pelemahan saham AI menenggelamkan keuntungan dari penurunan harga minyak. Lebih banyak saham di S&P 500 yang naik daripada turun, meski indeks turun tajam.

Harga minyak mentah Brent turun 2,9% menjadi $91,56 per barel. Harga minyak berfluktuasi seiring harapan kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

alt under
M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
alt mid
📰 Update Terbaru