Trump mengatakan militer AS sejak bulan lalu telah melakukan 'misi rahasia' untuk menyelundupkan pengiriman minyak melewati pasukan Iran di Selat Hormuz.
Ia mengatakan kapal-kapal melintas di malam hari, dibantu oleh penghancuran peralatan radar Iran.
Trump mengklaim lebih dari 100 juta barel minyak telah lolos dari cengkeraman Iran di selat tersebut. Tidak ada konfirmasi segera atas angka itu.
Komando Pusat AS membantah klaim Iran bahwa Selat Hormuz ditutup, dengan mengatakan kapal-kapal komersial terus transit masuk dan keluar.
>>> Iran Ancam Targetkan Semua Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
Serangan Terbaru di Laut
Sebelumnya pada Rabu, militer AS mengatakan sebuah pesawat Amerika menembakkan 'amunisi presisi' ke ruang mesin kapal berbendera Palau M/T Settebello saat mencoba melanggar blokade angkatan laut dengan pengiriman minyak Iran.
Itu adalah kapal dagang kedelapan yang dilumpuhkan oleh pasukan AS di perairan lepas Iran.
Kementerian Luar Negeri India mengatakan tiga pelaut India hilang setelah Settebello diserang, sementara 21 lainnya diselamatkan.
Militer AS mengatakan serangan pada Rabu menargetkan 'pertahanan udara, stasiun kendali darat, dan situs radar pengawasan'.
Iran mengatakan serangan AS mengenai dua reservoir air di kota Sirik di selatan, untuk sementara memutus pasokan air bagi ribuan orang.
Teheran kemudian mengklaim serangan di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Upaya Mediasi dan Perbedaan Besar
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengutuk serangan Amerika sebagai pelanggaran kedaulatan Iran. Namun, upaya mediasi terus berlanjut.
Sebuah delegasi dari Qatar tiba di Teheran untuk pembicaraan pada Rabu, menurut seorang pejabat yang mengetahui kunjungan tersebut.
Pertukaran tembakan terjadi sehari setelah helikopter serang Angkatan Darat AS jatuh di dekat Selat Hormuz. Helikopter itu bertabrakan dengan drone Iran, menurut seorang pejabat AS.
Sebuah kapal drone menyelamatkan dua kru helikopter. Trump mengatakan mereka tidak terluka.
Khawatir akan harga bensin yang tinggi menjelang pemilihan kongres pada November, Trump tampaknya mencari kemenangan cepat. Namun, ia juga membuat tuntutan yang sulit diterima Iran.
AS ingin Iran menyerahkan stok uranium yang diperkaya tinggi. Iran menolak menyerahkan uranium dan menuntut keringanan sanksi.
Iran juga menginginkan pembebasan aset beku bahkan sebelum kesepakatan akhir tercapai, sesuatu yang ditolak Trump.
Iran telah bersikeras bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang juga harus mengakhiri pertempuran antara sekutunya Hizbullah dan Israel.
>>> Militer AS Kembali Serang Iran, Eskalasi Konflik Memburuk
Israel justru mengintensifkan kampanye militernya melawan kelompok militan yang berbasis di Lebanon itu.