unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Trump Ancam Serangan Baru ke Iran, Tuduh Negosiator 'Mempermainkan' AS

Trump Ancam Serangan Baru ke Iran, Tuduh Negosiator 'Mempermainkan' AS

Trump Ancam Serangan Baru ke Iran, Tuduh Negosiator 'Mempermainkan' AS
Presiden AS Donald Trump di Oval Office
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan melanjutkan serangan terhadap Iran pada Rabu (11/6/2026). Ia menuduh negosiator perdamaian Teheran telah 'mempermainkan' AS.

"Kami memukul mereka keras kemarin. Kami akan memukul mereka lagi hari ini," kata Trump kepada wartawan di Oval Office.

>>> IPO SpaceX yang Tak Lazim Picu Antusiasme dan Kekhawatiran di Wall Street

alt top

"Kami akan menyerang mereka—menyerang mereka dengan sangat keras."

Pernyataan itu muncul setelah kedua belah pihak saling tembak menyusul jatuhnya helikopter Apache milik AS. Dua awak helikopter berhasil diselamatkan.

AS sebelumnya telah melancarkan serangan terhadap Iran pada Selasa sebagai balasan atas penembakan helikopter tersebut.

alt mid

Trump mengindikasikan bisa memerintahkan penargetan jembatan dan pembangkit listrik Iran, langkah yang sempat ia ancam sebelum gencatan senjata namun tidak pernah dijalankan.

"Saya tidak akan mengatakan itu kepada Anda.

Tapi saya bisa melakukannya," kata Trump saat ditanya wartawan AFP terkait laporan Fox News bahwa ia mempertimbangkan rencana tersebut.

Trump tampak kehilangan kesabaran dengan perundingan damai bersama Iran. Selama berminggu-minggu ia berulang kali mengatakan kedua belah pihak hampir mencapai kesepakatan.

"Kami benar-benar dekat dengan kesepakatan, tetapi mereka terus menggandeng kami, mereka terus mempermainkan kami," ujar Trump. "Yang harus mereka lakukan adalah mulai menandatangani kertas.

>>> AS dan Jepang Tegaskan Komitmen Denuklirisasi Penuh Korea Utara

Ini sudah sepenuhnya dinegosiasikan. Tapi mereka terus menunda-nunda."

Peringatan di Media Sosial

Sebelumnya, Trump memperingatkan di media sosial bahwa Iran telah terlalu lama bernegosiasi dan kini harus membayar harga. "Pengganggu Timur Tengah sudah MATI!!!

Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk kesepakatan yang sebenarnya bagus bagi mereka, sekarang mereka harus membayar harganya!!!" tulisnya di Truth Social.

Pernyataan itu kontras dengan komentarnya pada Selasa bahwa negosiasi untuk penyelesaian abadi guna mengakhiri perang berada di 'ambang akhir' dan bisa selesai dalam 'dua atau tiga hari'.

Dalam unggahan lain, Trump memuji blokade AS terhadap pengiriman Iran menyebutnya sebagai 'yang paling sukses' dalam sejarah dan menjulukinya 'tembok baja'.

Ia mengklaim blokade telah menghentikan bisnis Iran dan mencegahnya membayar gaji militer, namun tetap mengizinkan negara lain mengekspor 'banyak minyak'.

"Puji Tuhan!" tulis Trump.

Dalam serangan AS pada Selasa malam, Komando Pusat AS mengatakan Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS menyerang pusat komando, kendali, pertahanan, dan pengawasan Iran.

>>> Trump Teken Undang-Undang Alokasi Hampir $70 Miliar untuk Penegakan Imigrasi

Iran mengatakan telah menyerang pangkalan AS di Yordania dan Bahrain pada Rabu.

alt under
M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
alt mid
📰 Update Terbaru