Bambu Lab kembali berinovasi di dunia pencetakan 3D dengan menghadirkan X2D. Printer ini menggunakan pendekatan baru untuk cetak multi-filamen.
Alih-alih mengandalkan satu nozzle yang berganti material, X2D memiliki dua nozzle independen dalam satu tool head. Sistem dual nozzle ini mempercepat waktu cetak secara signifikan.
>>> Logitech Mobi Fold: Mouse Lipat Clamshell dengan Baterai Tahan Sebulan
Dalam pengujian, waktu cetak model Mini 3D-Benchy turun dari 5,8 jam menjadi hanya 2,7 jam.
Selain itu, limbah filamen berkurang drastis dari 70 gram menjadi sekitar 20 gram.
Proses priming dua material berbeda tetap menjaga kualitas cetakan menyatu sempurna. Konfigurasi dua nozzle di perangkat lunak juga mudah dan intuitif bagi pemula.
X2D mendukung material khusus seperti PVA untuk struktur penyangga yang larut dalam air. Ini memudahkan pembuatan model kompleks tanpa merusak hasil akhir.
Efisiensi Radikal: Hanya 20 Gram Limbah untuk Model 12 Gram
Pada printer single-nozzle, setiap pergantian material memerlukan purging atau pembilasan. Proses ini membuang material lama yang tersisa di hot end.
>>> Nonton Piala Dunia 2026 Online? Ini Daftar Platform Streaming Resmi
Untuk model Mini 3D-Benchy seberat 12 gram, printer biasa menghasilkan 70 gram sampah dari menara purging dan pembilasan berulang.
Dengan dual nozzle, purging bisa dieliminasi total.
Limbah yang dihasilkan hanya sekitar 20 gram, sebagian besar dari prime tower. Dampaknya tidak hanya pada penghematan material, tetapi juga waktu cetak yang terpangkas hingga lebih dari setengahnya.
Proses bongkar pasang filamen otomatis pada printer single-nozzle memperpanjang durasi dan memperbanyak limbah hingga empat kali lipat. X2D mengatasi masalah ini dengan dua nozzle independen.
>>> Robot Vacuum Mova Z70 Ultra dengan Roller Mop Meluncur, Diskon Awal Rp 3,4 Juta
Kualitas cetak tetap kokoh tanpa kompromi. Dengan efisiensi waktu dan material, X2D menjadi pilihan menarik bagi kreator rumahan dan profesional.