Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic mengumumkan penghentian akses ke dua model AI canggihnya, Fable 5 dan Mythos 5, untuk mematuhi perintah keamanan nasional Amerika Serikat.
Keputusan ini diambil hanya tiga hari setelah peluncuran publik Fable 5.
>>> AS dan Iran Dikabarkan Segera Capai Kesepakatan Akhiri Perang
Anthropic menyatakan menerima arahan pemerintah yang melarang warga negara asing, termasuk karyawan Anthropic sendiri, untuk mengakses kedua model tersebut.
“Efek bersih dari perintah ini adalah kami harus menonaktifkan Fable 5 dan Mythos 5 secara mendadak untuk semua pelanggan kami guna memastikan kepatuhan,” tulis perusahaan dalam blog resminya, Jumat waktu setempat.
Menurut laporan Axios, surat perintah tersebut berasal dari Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick. Pejabat Departemen Perdagangan AS belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi AFP.
Anthropic mengungkapkan bahwa surat itu tidak menyebutkan secara spesifik apa yang menjadi kekhawatiran pemerintah.
Namun, perusahaan memahami bahwa pemerintah meyakini telah menemukan metode untuk menerobos atau 'jailbreaking' model Fable 5 yang dapat membantu peretasan.
Fable 5 adalah versi terkunci dari Mythos 5, model AI mutakhir yang sengaja ditahan Anthropic dari publik karena kemampuannya yang belum pernah ada sebelumnya dalam mengidentifikasi kerentanan perangkat lunak.
Mythos 5, versi tanpa batasan, hanya dirilis ke perusahaan tertentu.
Uni Eropa, yang mendapatkan akses ke Mythos awal Juni setelah negosiasi panjang, menyebut perkembangan ini semakin menegaskan perlunya kedaulatan teknologi Eropa.
>>> Trump dan Pakistan Sebut Kesepakatan Akhir Perang Akan Ditandatangani Minggu, Iran Pertanyakan Waktu
“Kami mencatat pernyataan Anthropic dan sedang menilainya,” kata Thomas Regnier, juru bicara Komisi Eropa.
Komisi baru-baru ini mengumumkan langkah untuk mengurangi ketergantungan blok tersebut pada Amerika dan Asia untuk teknologi kunci, termasuk AI.
