Presiden AS Donald Trump tiba di KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, pada Senin (16/6) untuk bertemu para pemimpin dunia.
Ia datang setelah mengamankan kesepakatan awal dengan Iran.
>>> AS-Iran Teken MoU Akhiri Perang, Lalu Lintas Selat Hormuz Segera Meningkat
Trump disambut oleh kepala protokol Presiden Prancis Emmanuel Macron. Menurut dokumen perencanaan, Macron seharusnya menyambut Trump sendiri.
"Semuanya sangat bagus, terima kasih," kata Trump kepada wartawan saat tiba.
Ancaman Tarif Trump
Trump mengatakan kepada New York Post sebelum berangkat bahwa ia akan "tidak punya pilihan" selain menerapkan tarif 100% pada anggur Prancis.
Ini terjadi jika Paris tidak menghapus pajak digital pada perusahaan teknologi AS.
Dalam unggahan media sosial sebelum tiba, Trump juga menulis tentang imigrasi. "Jika Anda mengimpor orang dari negara Dunia Ketiga, Anda dengan cepat menjadi Negara Dunia Ketiga," tulisnya.
Ancaman tarif ini menjadi pukulan bagi Macron yang tidak populer di dalam negeri. Namun, Macron menegaskan Prancis tidak akan menyerah pada ancaman Trump.
"Tarif tidak menguntungkan siapa pun, terutama tarif antarnegara G7," kata Macron kepada TF1.
Trump Tetap Tidak Terduga
Komentar Trump tentang tarif dan imigrasi menunjukkan mengapa ia dipandang sebagai mitra yang tidak stabil oleh pemimpin G7 lainnya.
Banyak dari mereka terkena dampak langsung dari keputusan sepihak Trump.
>>> Pengiriman Global Masih Hati-hati Lewati Hormuz Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Selama KTT, Trump dijadwalkan bertemu dengan pemimpin Timur Tengah dan menghadiri sesi kerja dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.
Pertemuan Selasa (17/6) ini terjadi saat serangan Rusia di Ukraina melambat.
Zelenskiy mengatakan pada Senin bahwa ia telah menawari Putin pertemuan di KTT G7 untuk mengakhiri perang. Namun, Putin belum siap berbicara.