Perbedaan tersebut terkait keputusan AS untuk berperang di Iran tanpa berkonsultasi dengan sekutu Eropa. Trump bahkan mengancam akan menarik pasukan AS dari keempat negara tersebut.
>>> Bank of Japan Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun
Meskipun demikian, nada pembicaraan di Evian diperkirakan akan lebih terukur karena sekutu AS ingin mencapai kemajuan cepat yang dapat meredakan dampak ekonomi dari kenaikan harga minyak akibat blokade Selat Hormuz.
Sebelum pertemuan G7, pemimpin Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yang memberi selamat kepada AS, pemerintah Iran, dan mediator atas apa yang mereka sebut “terobosan diplomatik.”
Kanada juga menandatangani pernyataan tersebut.
Para pemimpin menekankan pentingnya negosiasi rinci dan implementasi cepat kesepakatan agar Selat Hormuz dapat dibuka kembali untuk lalu lintas kapal tanker.
Macron kemudian mengatakan Prancis dan mitra Barat lainnya “siap mengambil tindakan dengan sangat cepat” untuk membantu membuka kembali selat tersebut secara damai.
Prancis dan Inggris telah mendukung misi pemulihan keamanan maritim di selat itu.
Namun, Trump tampak meremehkan perlunya pengerahan militer internasional yang besar. “Saya pikir kita tidak akan membutuhkan banyak bantuan,” katanya saat pertemuan dengan Macron.
Agenda Selanjutnya
Pada hari Selasa, selain sesi kerja yang melibatkan Zelenskyy, Trump akan mengikuti pertemuan dengan Emir Qatar dan Presiden UAE, sebelum menghadiri pertunjukan budaya dan makan malam bersama para pemimpin G7 lainnya.
G7 terdiri dari Prancis, AS, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris.
>>> UNICEF: Lebih dari 1 Miliar Anak Terpapar Tiga Risiko Iklim atau Lebih
Negara tamu seperti Brasil, India, Kenya, dan Korea Selatan diundang untuk berpartisipasi dalam beberapa diskusi sebagai negara mitra.