unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Industri Resor Terpadu Korea Tertekan Saingi Jepang

Industri Resor Terpadu Korea Tertekan Saingi Jepang

Industri Resor Terpadu Korea Tertekan Saingi Jepang
Diskusi meja bundar The Korea Times tentang industri resor terpadu
A A Ukuran Teks16px
alt mid

"Kami merasakan krisis yang kuat karena resor Jepang akan menarik banyak wisatawan dari Korea," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya ingin meningkatkan fasilitas tetapi sering menghadapi hambatan administratif yang rumit. "Kami berharap ada lingkungan regulasi yang mendorong pertumbuhan dan inovasi, bukan hanya mengandalkan aturan ketat."

Lee Dae-shin, kepala tim strategi kasino Kangwon Land, menyoroti proses administrasi yang panjang di perusahaan publik.

alt top

>>> Turis di Seoul Pilih Taekwondo daripada Piala Dunia

"Kami harus melalui studi kelayakan pendahuluan yang memakan waktu bertahun-tahun sebelum melakukan investasi baru. Untuk bersaing dengan resor Jepang, kami butuh prosedur yang lebih efisien."

Kim Ho-saeng, pimpinan bagian strategi kasino Kangwon Land, menambahkan bahwa pemerintah perlu melihat lebih jauh dari strategi saat ini.

alt mid

"Pemerintah fokus pada K-culture untuk menarik 30 juta wisatawan asing per tahun, tetapi memiliki resor terpadu yang kompetitif secara global juga pilar yang sama pentingnya."

Rebranding: Ubah Citra Negatif Kasino

Para ahli sepakat bahwa Korea harus menghilangkan stigma negatif terhadap kasino dan mengubahnya menjadi tempat hiburan ramah keluarga.

Lee Min-jae, direktur dewan Pusat Riset Pariwisata Resor Terpadu, mengatakan masyarakat masih mengasosiasikan kasino dengan perjudian, bukan hiburan komprehensif.

"Kasino lokal sudah berkontribusi signifikan bagi komunitas, tetapi citra publik masih negatif. Kontribusi finansial industri harus dirasakan langsung oleh warga."

Lee Jae-seok, profesor di departemen manajemen pariwisata Universitas Nasional Kangwon, menekankan perlunya transformasi struktural.

"Kita harus mengubah kasino dari tempat perjudian sederhana menjadi destinasi hiburan komprehensif yang membuat pengunjung betah." Ia menjelaskan, akses transportasi dan pengembangan konten nonperjudian adalah langkah krusial.

Kim Jae-kyoung, wakil presiden The Korea Times, menyoroti perlunya perubahan paradigma.

"Ketika orang berpikir tentang Marina Bay Sands di Singapura, mereka membayangkan pusat konvensi dan hiburan canggih, bukan sekadar tempat judi.

Korea butuh upaya rebranding strategis serupa."

Seo Won-suk, presiden Masyarakat Ilmu Pariwisata Korea, menutup diskusi dengan menekankan perubahan standar global. "Jepang fokus pada pertumbuhan kualitatif dan penciptaan nilai, bukan hanya mengejar jumlah pengunjung.

>>> Seoul Gelar Acara Game Karakter di Gunung Nam

Korea harus mengadopsi kebijakan proaktif untuk membina industri ini dan memastikan kelangsungan sektor pariwisata lokal."

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru