unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Trump Kritik Netanyahu di Tengah Upaya Kesepakatan dengan Iran
News

Trump Kritik Netanyahu di Tengah Upaya Kesepakatan dengan Iran

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
A A Ukuran Teks16px

Hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah diuji. Trump melontarkan kritik terbuka yang belum pernah dilakukan presiden AS sebelumnya terhadap Netanyahu.

Dalam beberapa wawancara, Trump bahkan menyebut Netanyahu 'gila' dan mengklaim bahwa tanpa dirinya, Israel tidak akan ada. "Tanpa AS, tidak akan ada Israel.

Tanpa saya, tidak akan ada Israel karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan," kata Trump di KTT G7 di Prancis.

Ketegangan ini terjadi saat Trump berusaha menyelesaikan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang.

Trump mengkritik serangan Israel baru-baru ini di Lebanon yang dinilainya membahayakan negosiasi antara Washington dan Teheran.

Seorang mantan penasihat urusan Timur Tengah, Aaron David Miller, mengatakan bahwa Trump siap menggunakan pengaruhnya jika Netanyahu menghalangi keinginannya untuk keluar dari perang.

Kesepakatan dengan Iran dijadwalkan ditandatangani pada Jumat di Jenewa.

Kritik Trump menuai reaksi beragam. Halie Soifer dari Jewish Democratic Council of America menyebut pernyataan Trump sangat ofensif.

Sementara itu, Ketua Koalisi Yahudi Republik Matt Brooks menganggap kritik tersebut sebagai ketidaksepakatan biasa antar anggota keluarga.

Brooks menekankan rekam jejak Trump yang pro-Israel, seperti pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem dan pemulangan sandera Israel dari Gaza.

Menurutnya, kritik Trump berbeda dengan kritik dari pihak yang memusuhi Israel.

Namun, advokat pro-Israel Mort Klein khawatir Trump mengkritik Netanyahu di depan umum untuk menarik simpati para kritikus Israel.

"Itu mengkhawatirkan saya," kata Klein, presiden Zionis Organization of America.

Konsensus bipartisan di Washington untuk mendukung Israel telah memudar dalam beberapa tahun terakhir.

Kaum liberal marah atas perlakuan Israel terhadap Palestina, sementara konservatif mempertanyakan pentingnya dukungan AS yang lama.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru