Sebuah dana investasi swasta senilai $300 miliar yang dirancang untuk memicu investasi di Iran telah diuraikan dalam kerangka kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Lebih dari setengah dari jumlah tersebut telah dikomitmenkan oleh investor, menurut sumber yang mengetahui langsung kesepakatan itu.
>>> Lee Sebut Hubungan dengan Kanada Maju Pesat dan Saling Menguntungkan
Dana tersebut dimaksudkan untuk memberikan insentif ekonomi bagi kedua belah pihak guna menyelesaikan kesepakatan akhir, kata sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena rencana itu belum diumumkan secara resmi.
AS dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman pada Jumat ini.
Latar Belakang Kesepakatan
Pejabat AS dan Iran pada hari Minggu mengumumkan bahwa mereka telah menyepakati kerangka kerja untuk mengakhiri perang yang dimulai ketika pasukan AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.
Kesepakatan itu juga mencakup penghentian blokade AS terhadap Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pasokan utama minyak dan gas global.
Dana baru ini adalah kendaraan investasi swasta, bukan program rekonstruksi atau reparasi, dan tidak akan mencakup uang atau hibah pemerintah.
Perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS, negara-negara Teluk Arab, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika telah setuju untuk memberikan komitmen pendanaan.
Investasi yang dijanjikan mencakup sektor energi, logistik, manufaktur, dan transportasi.
Negosiasi dan Komitmen
Seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Tehran awalnya meminta $400 miliar sebagai kompensasi kerusakan perang dari AS, tetapi Washington menolak.
>>> BGN Perluas Layanan Makan Bergizi Gratis Lewat Ribuan SPPG pada 2026
Gagasan untuk dana yang akan diberi nama Reconstruction and Development Fund kemudian muncul.
Mekanismenya membayangkan negara-negara regional berkontribusi dalam berbagai cara, termasuk mengamankan pinjaman, membangun jalur kredit, atau membiayai langsung rekonstruksi situs-situs yang rusak akibat perang.