Presiden Amerika Serikat Donald Trump menutup pertemuan para pemimpin negara industri di KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, pada Rabu (16/6).
Ia berupaya menjual kesepakatan sementara dengan Iran sebagai jaminan bahwa Republik Islam itu tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir.
Namun, Trump masih harus menghadapi skeptisisme karena baik Gedung Putih maupun Iran belum merilis teks perjanjian tersebut.
Isi Kesepakatan Iran Masih Simpang Siur
Trump menyebut dokumen itu sebagai “dokumen hebat” yang akan ditandatangani pada Jumat di resor Swiss.
“Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Itu sekitar 99,9% dari apa yang saya inginkan,” katanya.
Namun, pejabat AS dan Iran sering memberikan interpretasi yang bertentangan tentang isi kesepakatan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pendudukan Israel di Lebanon selatan akan melanggar kesepakatan.
Sementara Trump menyatakan tidak yakin serangan Israel terhadap Hizbullah akan menggagalkan perjanjian, meski ia mengkritik strategi Israel.
>>> Messi Samai Rekor Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia Milik Klose
Hubungan dengan India Memburuk
Trump dijadwalkan bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi di tengah ketegangan akibat perang Iran.
Tiga pelaut India tewas dalam serangan militer AS di Teluk Oman yang menargetkan kapal tanker minyak.
Kementerian Luar Negeri India telah memprotes insiden tersebut.
Hubungan Trump-Modi yang hangat pada masa jabatan pertama kini lebih rumit karena tarif dan gangguan pasokan energi.
Trump juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi.
Trump Dijamu di Versailles
Trump mengaku senang dijamu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles untuk merayakan 250 tahun Amerika Serikat.
>>> Timnas Korea Lakukan Pemboikotan Media Usai Hinaan ke Son Heung-min
“Saya penggemar tempat-tempat indah. Versailles adalah yang asli,” kata Trump.