"Kami berharap ada lingkungan regulasi yang mendorong pertumbuhan dan inovasi, bukan hanya mengandalkan peraturan ketat," kata Kim.
Lee Dae-shin, kepala tim strategi kasino Kangwon Land, mencontohkan bahwa perusahaan publik harus melalui studi kelayakan pendahuluan yang panjang sebelum melakukan investasi baru.
>>> Yunchan Lim Tampil sebagai Musisi Ensemble dalam Program Khusus Mozart
"Prosesnya bisa memakan waktu beberapa tahun. Untuk bersaing secara efektif, kami membutuhkan prosedur administrasi yang lebih ramping," jelasnya.
Kim Ho-saeng, pimpinan bagian strategi kasino Kangwon Land, menambahkan bahwa pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada K-culture untuk menarik 30 juta wisatawan asing per tahun.
"Memiliki resor terpadu yang kompetitif secara global adalah pilar yang sama pentingnya," kata Kim.
Rebranding untuk Bertahan
Para ahli sepakat bahwa Korea harus menghilangkan stigma negatif terhadap kasino dan mengubahnya menjadi ruang hiburan ramah keluarga.
Lee Min-jae, direktur dewan Pusat Riset Pariwisata Resor Terpadu, mengatakan publik masih mengasosiasikan kasino dengan perjudian, bukan hiburan komprehensif.
"Kasino lokal sudah berkontribusi signifikan bagi komunitas, tetapi citra publik masih negatif. Kami perlu memastikan kontribusi keuangan industri digunakan dengan cara yang bisa langsung dirasakan warga," ujar Lee.
Lee Jae-seok, profesor di departemen manajemen pariwisata Universitas Nasional Kangwon, menekankan perlunya transformasi struktural.
"Kita harus mengubah kasino dari tempat perjudian sederhana menjadi destinasi hiburan komprehensif yang benar-benar ingin dikunjungi orang," katanya.
Ia menjelaskan bahwa meningkatkan aksesibilitas transportasi dan mengembangkan konten nonperjudian adalah langkah krusial untuk bertahan jangka panjang.
Kim Jae-kyoung, wakil presiden The Korea Times, menekankan perlunya perubahan paradigma.
"Ketika orang berpikir tentang Marina Bay Sands di Singapura, mereka membayangkan pusat konvensi dan hiburan canggih, bukan sekadar tempat judi.
Kita sangat membutuhkan upaya rebranding strategis serupa di Korea," ujarnya.
Seo Won-suk, presiden Masyarakat Ilmu Pariwisata Korea, menutup diskusi dengan menyoroti perubahan standar global. "Jepang fokus pada pertumbuhan kualitatif dan penciptaan nilai, bukan hanya mengejar jumlah pengunjung.
>>> Felix Stray Kids Jadi Wajah Baru Hanbok Modern 2026
Korea harus mengadopsi kebijakan proaktif untuk membina industri ini dan memastikan kelangsungan sektor pariwisata lokal," pungkasnya.