Produk naik dan turun berdasarkan eksposur media sosial, konten viral, dan selera yang berubah, bukan berdasarkan negara asal.
Pandangan Pakar
Cho Yoon-ju, direktur Korean Food Grand Master Center, mengatakan bahwa popularitas produk China yang meningkat harus dilihat sebagai bagian dari proses globalisasi budaya yang lebih luas.
"Apakah suatu makanan atau merek berasal dari China bukanlah faktor terpenting," kata Cho.
"Seperti makanan Korea yang menyebar secara global dan beradaptasi dengan budaya lokal, budaya luar negeri secara alami masuk ke Korea.
Ini adalah bagian dari proses pertukaran budaya yang lebih luas."
Kim Dae-jong, profesor administrasi bisnis di Universitas Sejong, mengatakan bahwa popularitas merek China mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam cara konsumen mengevaluasi produk.
"Faktor terpenting saat ini bukanlah apakah suatu produk berasal dari China atau negara lain," kata Kim.
"Yang penting adalah apakah merek tersebut menawarkan desain yang menarik, nilai emosional, dan pengalaman yang sesuai dengan konsumen."
>>> Oktoberfest Munich Resmi Hadir di Seoul pada September 2026
Ia menambahkan bahwa kesuksesan produk mulai dari Labubu hingga susu teh menunjukkan bahwa konsumen Korea semakin membuat keputusan pembelian berdasarkan kualitas, desain, dan relevansi budaya tanpa terlalu mempertimbangkan asal.