Choi Jung-wha, seorang profesor emeritus di Hankuk University of Foreign Studies dan ketua Corea Image Communication Institute (CICI), meninggal dunia pada hari Minggu.
Ia berusia 71 tahun.
>>> Alternatif Sayuran Pengganti Mi untuk Penggemar Mi
Choi adalah tokoh perintis dalam diplomasi budaya dan interpretasi yang mendedikasikan hidupnya untuk meningkatkan citra nasional Korea. Ia juga memperkuat hubungan negara tersebut dengan Prancis.
Lahir di Seoul pada tahun 1955, Choi lulus dari Hankuk University of Foreign Studies dengan gelar di bidang bahasa Prancis.
Ia kemudian meraih gelar master dan doktor dari Graduate School for Translation and Interpretation di Sorbonne Nouvelle University di Paris.
Ia menjadi orang Korea pertama yang bekerja sebagai juru bahasa simultan untuk konferensi internasional.
Sepanjang kariernya, ia menerjemahkan untuk lebih dari 20 pertemuan puncak bilateral dan lebih dari 2.000 konferensi internasional.
Choi menjabat sebagai penerjemah utama bagi presiden Prancis, termasuk Francois Mitterrand selama kunjungan resminya ke Korea.
Ia juga menerjemahkan untuk Jacques Chirac dalam pertemuan puncak dengan mantan Presiden Roh Moo-hyun.
>>> Museum Nasional Korea dan Galeri Uffizi Tandatangani MoU Pertukaran Koleksi
Pada tahun 2003, Choi mendirikan CICI, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk mempromosikan budaya Korea di luar negeri.
Di bawah kepemimpinannya, lembaga ini meluncurkan Korea Image Awards tahunan untuk menghormati individu dan organisasi yang meningkatkan posisi global Korea.
Penerima penghargaan sebelumnya termasuk mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan soprano Sumi Jo.
Dalam beberapa tahun terakhir, Choi memperluas jangkauan budayanya dengan meluncurkan saluran YouTube. Saluran ini memperkenalkan budaya Prancis dan Korea kepada khalayak yang lebih luas.
Ia juga menulis lebih dari 30 buku.
Kontribusinya membuatnya mendapatkan pengakuan tinggi dari pemerintah Prancis. Pada tahun 2003, ia menjadi wanita Korea pertama yang menerima Legion of Honour di pangkat Chevalier.
Tahun lalu, ia menjadi wanita Korea pertama yang dinaikkan ke pangkat Officier sebagai pengakuan atas dedikasinya selama puluhan tahun di bidang pendidikan dan pertukaran budaya.
>>> Kunjungan Turis Asing ke Korea Melonjak 20 Persen, Efek Demam K-Content?
Ia meninggalkan suaminya, Didier Beltoise.
