Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth melontarkan kritik tajam kepada sekutu NATO dalam pertemuan di Brussel, Kamis (18/6).
Ia mengumumkan tinjauan enam bulan oleh Pentagon terhadap pasukan AS di Eropa. Tinjauan ini akan bergantung pada seberapa cepat sekutu mengambil alih tanggung jawab keamanan mereka sendiri.
>>> Swiss Konfirmasi Rencana Pertemuan Awal Iran-AS pada Jumat
"Ini akan menjadi tinjauan nyata.
Dirancang untuk memastikan NATO bergerak cepat dan tidak dapat diubah menuju Eropa yang memimpin, mengambil tanggung jawab utama untuk pertahanan Eropa," kata Hegseth kepada rekan-rekannya di NATO.
Hegseth mengecam sekutu Eropa karena gagal memberikan akses pangkalan bagi pasukan AS untuk melancarkan serangan ke Iran. Ia menyebutnya "memalukan".
"Sekutu-sekutu ini menempatkan putra-putri Amerika, putra-putri kami, dalam risiko dengan menolak akses yang dapat diprediksi, pangkalan, dan penerbangan lintas yang seharusnya tidak pernah dipertanyakan sama sekali," ujarnya.
Pernyataan ini muncul beberapa minggu setelah AS memberi tahu sekutunya bahwa mereka tidak lagi akan menyediakan kapal perang dan pesawat tertentu jika salah satu dari mereka diserang.
Sekutu Eropa dan Kanada kini berupaya menutup celah tersebut.
Hegseth menyebut perlunya "NATO 3.0" sebagai pengakuan pasca-Perang Dingin bahwa NATO harus kembali menjadi aliansi militer garis keras dengan kemampuan militer nyata.
Ia menekankan pentingnya Eropa memimpin pertahanan konvensional di benua tersebut.
>>> Pria Korea dengan Sakit Kronis Perjuangkan Hak untuk Mati
AS akan menginvestasikan 1,5 triliun dolar untuk pertahanannya sendiri pada 2027.
Hegseth mengatakan ini mengirim pesan bahwa Amerika membangun "arsenal kebebasan" yang melindungi kepentingan AS dan mendukung kekuatan NATO.
Panglima Tertinggi Sekutu NATO, yang merupakan seorang Amerika, sedang menyusun rencana cadangan untuk mempertahankan Eropa.