unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Israel Lobi AS untuk Pertahankan Pasukan di Lebanon Selatan

Israel Lobi AS untuk Pertahankan Pasukan di Lebanon Selatan

Israel Lobi AS untuk Pertahankan Pasukan di Lebanon Selatan
Bendera Israel di bangunan rusak di Lebanon selatan
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Israel tengah bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk mempertahankan penempatan pasukannya di Lebanon selatan.

Dua pejabat Israel, termasuk seorang pejabat senior yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengungkapkan hal itu kepada Reuters pada Kamis.

>>> Menteri Pertahanan AS Kecam Sekutu NATO, Umumkan Tinjauan Pasukan di Eropa

alt top

Para pejabat yang berbicara dengan syarat anonim itu menyampaikan pernyataan tersebut sehari setelah AS dan Iran menandatangani pakta sementara.

Pakta itu menyerukan para pihak untuk menjamin "integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon."

Israel memperluas invasi ke Lebanon selatan setelah milisi Hizbullah menembaki Israel pada 2 Maret untuk mendukung sekutunya, Iran.

alt mid

Sejak itu, Israel melancarkan kampanye udara dan darat yang menghancurkan, yang diklaim bertujuan membasmi Hizbullah.

Israel menyebut wilayah yang direbut di Lebanon, Gaza, dan Suriah sebagai "zona penyangga" antara dirinya dan musuh-musuhnya. Hal ini menjadi inti kebijakan keamanan Israel baru-baru ini.

>>> Swiss Konfirmasi Rencana Pertemuan Awal Iran-AS pada Jumat

Netanyahu telah menolak seruan untuk menarik pasukan dari wilayah tersebut.

Pejabat senior Israel mengatakan kepada Reuters bahwa Israel sedang melakukan "negosiasi keras" dengan Washington untuk melanjutkan penempatan pasukan di Lebanon selatan.

Pejabat itu menegaskan Israel tidak akan mundur dari posisinya, termasuk mempertahankan pasukan di daerah selatan Sungai Litani.

Seorang pejabat Israel kedua mengatakan hasil pembicaraan pada akhirnya akan bergantung pada apakah Presiden AS Donald Trump "memutuskan untuk memaksakan masalah" dengan mengancam akan memberikan sanksi jika Israel tidak mematuhi ketentuan pakta sementara Iran.

>>> Pria Korea dengan Sakit Kronis Perjuangkan Hak untuk Mati

Kantor Netanyahu tidak segera menanggapi permintaan komentar.

alt under
M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
alt mid
📰 Update Terbaru