Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung. Ia menekankan bahwa kedua pihak membahas pembukaan kembali Selat Hormuz yang krusial.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Senin. Ia memperingatkan bahwa putaran negosiasi baru ini menjadi 'kesempatan terakhir' bagi Republik Islam Iran.
>>> BNI Dukung Pembekalan Mahasiswa Indonesia yang Akan Studi di Hong Kong
Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung saat ini.
Ia mengklaim bahwa pihak Iran tidak suka mengakui sedang bernegosiasi dengan AS, meskipun telah menghabiskan waktu berjam-jam bersama.
Dalam unggahan media sosial sebelumnya, Trump mengkritik kepemimpinan Iran sebagai 'duplicitous' karena membantah adanya perundingan dengan Washington.
Trump menyoroti bahwa putaran baru perundingan damai dengan Washington akan menjadi 'kesempatan terakhir' bagi Teheran untuk 'menandatangani dokumen yang baik'.
Ketika ditanya tentang pesan untuk rakyat Amerika mengenai penundaan serangan terhadap Iran, Trump mengatakan, 'Saya ingin memberi mereka setiap kesempatan terakhir sebelum pemenggalan kepala'.
>>> Wanita di Ciamis Diciduk Usai Ajak Demo Turunkan Presiden-Wapres Jelang HUT RI
Presiden AS menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz sedang dibahas.
Ia menggambarkan pembukaan 'penuh' jalur air tersebut sebagai 'fase pertama', dan diskusi tentang program nuklir Iran sebagai 'fase kedua'.
Trump mengulangi bahwa ia tidak akan mengizinkan Iran memungut biaya atas kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Ia menekankan bahwa AS memiliki kendali 'total' atas jalur air tersebut melalui blokade angkatan laut yang disebutnya 'tembok baja AS'.
>>> Harga Minyak Turun Redakan Kekhawatiran Inflasi, Wall Street Menguat
Pembukaan kembali selat tersebut menjadi isu penting yang dipantau ketat oleh Korea Selatan dan negara-negara lain, karena mereka sangat bergantung pada jalur air tersebut untuk impor energi.
