Militer Israel melancarkan serangan di berbagai wilayah Lebanon selatan pada Jumat dini hari, sementara Hezbollah melaporkan pertempuran sengit di daerah tersebut.
Laporan media Lebanon menyebutkan sedikitnya 18 orang tewas dalam serangan itu.
>>> Ketidakpastian Menyelimuti Jadwal Perundingan Damai AS-Iran Setelah Pertemuan di Swiss Batal
Israel mengonfirmasi empat tentaranya tewas, termasuk seorang letnan kolonel, dalam serangan drone dan roket terhadap tank di dekat kota Nabatiyeh.
Konflik antara Israel dan Hezbollah yang didukung Iran menjadi bagian paling rapuh dari kesepakatan Iran.
Baik Israel maupun kelompok militan itu tidak menandatangani perjanjian, namun kesepakatan tersebut seharusnya mengakhiri pertempuran mereka.
Iran telah memberi sinyal kesediaannya untuk mengambil risiko perang baru di kawasan demi kepentingannya di Lebanon dan sekutu regional terpentingnya.
Pembicaraan AS-Iran Ditunda
Pejabat Iran tidak jadi bepergian ke Swiss untuk pembicaraan dengan Amerika Serikat pada Jumat, sebagian karena pertempuran yang sedang berlangsung.
Wakil Presiden AS JD Vance juga membatalkan perjalanannya.
Mediator kini berupaya menjadwalkan ulang pertemuan yang seharusnya mulai membahas cara membatasi program nuklir Iran. Pembicaraan itu juga dimaksudkan untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Kesepakatan sementara telah membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional setelah serangan dan ancaman Iran hampir menghentikan aliran minyak dan gas alam melalui jalur air tersebut.
Presiden Donald Trump mengatakan dia menandatangani kesepakatan itu untuk menghindari "bencana ekonomi" di AS.
Otoritas baru Iran yang bertugas mengawasi selat itu mengeluarkan pedoman yang meminta kapal untuk mendaftar, menandakan niat Teheran untuk mulai memungut biaya.
>>> Minat PIP Meningkat, Cermin Kekhawatiran Ekonomi Rumah Tangga
Pertempuran dan Ancaman terhadap Gencatan Senjata
Militer Israel mengatakan serangan dilancarkan terhadap "situs infrastruktur Hizbullah" di Nabatiyeh dan daerah lain, serta menuduh kelompok militan itu melakukan "pelanggaran gencatan senjata yang terang-terangan."
