Dengan pertempuran yang terus berlanjut, kesepakatan itu terancam dan pembicaraan AS-Iran di Swiss yang dijadwalkan Jumat telah ditunda.
>>> Pulang ke Nigeria, Migran Hadapi Masalah Ekonomi yang Sama
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan mempertahankan pasukan Israel di Lebanon selatan sampai ancaman terhadap Israel dihilangkan.
Hizbullah menolak menghentikan serangannya kecuali Israel berkomitmen menarik diri dari Lebanon.
Pembicaraan Nuklir Tertunda
Pejabat Iran tidak jadi bepergian ke Swiss, dengan alasan pertempuran di Lebanon harus berhenti sebelum pembicaraan dapat dilakukan.
Wakil Presiden AS JD Vance juga menunda perjalanannya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan konsultasi melalui mediator masih berlangsung mengenai fase negosiasi berikutnya.
Karena kesepakatan awal ditandatangani secara digital awal pekan ini, pembicaraan di Swiss tidak mendesak.
Kementerian luar negeri Swiss mengatakan para diplomat sedang berunding pada Sabtu di kota Bürgenstock tentang cara mengimplementasikan kesepakatan AS-Iran.
Pembicaraan di Swiss diharapkan berfokus pada program nuklir Iran.
Teheran bersikeras program nuklirnya untuk tujuan damai, meskipun memiliki stok uranium yang diperkaya hingga tingkat tinggi.
Uranium itu bisa digunakan untuk membuat beberapa bom atom jika Teheran memilihnya, menurut Badan Energi Atom Internasional.
Kesepakatan sementara memberi negosiator waktu 60 hari untuk menyusun kesepakatan nuklir, yang dapat diperpanjang.
Kesepakatan itu menguraikan insentif menguntungkan jika Iran mencapai kesepakatan baru, termasuk pencabutan semua sanksi internasional dan dana rekonstruksi pascaperang sebesar $300 miliar.
Iran telah memenangkan beberapa konsesi. Setelah penandatanganan kesepakatan sementara, AS mencabut blokade pelabuhan Iran dan mengizinkannya menjual minyak secara bebas.
>>> Sambutan Hangat Piala Dunia 2026 Buat Penggemar Jatuh Hati pada AS
Kesepakatan itu juga menyerukan pencairan aset Iran.