Gyeongju, ibu kota bersejarah Kerajaan Silla (57 SM–935 M) yang terkenal dengan makam kerajaan berumput dan kuil Buddha, bertransformasi menjadi pusat pariwisata internasional baru Korea setelah menjadi tuan rumah KTT APEC 2025.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea melaporkan kunjungan wisatawan asing ke Gyeongju pada Januari–Mei 2025 mencapai hampir 569.000 orang, naik 18,3% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
>>> Sutradara 'KPop Demon Hunters' Kunjungi Lotte World Adventure
Belanja wisatawan asing melonjak 34,1% menjadi 11,1 miliar won (sekitar Rp128 miliar), menandai pergeseran ke wisata pengalaman bernilai tinggi.
Strategi Pemerintah
Pemerintah meluncurkan strategi agresif untuk menjadikan Gyeongju destinasi utama yang mampu menarik wisatawan dari Seoul yang sudah jenuh.
Kang Jeong-won, Direktur Biro Kebijakan Pariwisata Kementerian, mengatakan kesuksesan KTT APEC menjadi momen penting yang memamerkan pesona sejarah dan budaya Gyeongju ke dunia.
Pendekatan baru pemerintah berfokus pada pariwisata khusus. Korea Tourism Organization menggandeng maraton bunga sakura Gyeongju dengan paket liburan lari untuk menarik wisatawan muda.
>>> Ji Young-jun, Kritikus Mi Instan Pertama di Korea
Dengan memanfaatkan bandara internasional di Daegu dan Gimhae, pemerintah menyusun itinerary khusus untuk wisatawan dari Taiwan, Jepang, dan Hong Kong.
Pada September 2025, Korea akan menggelar tur familiarisasi untuk anggota Serandipians, jaringan agen perjalanan mewah global, guna mengembangkan paket wisata premium.
Pelaku bisnis lokal merasakan dampak positif.
Nam Mi-gyeong, Kepala Biro Budaya dan Pariwisata Gyeongju, mencatat peningkatan pengunjung asing yang belum pernah terjadi di pusat kota.
>>> Kebiasaan Sederhana untuk Mengurangi Gigitan Nyamuk
Kami berencana mengembangkan konten wisata menginap bernilai tinggi dan meningkatkan infrastruktur ke level dunia, ujarnya.