Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio memulai kunjungan ke Timur Tengah pada Rabu (25/6) untuk meyakinkan sekutu di kawasan Teluk yang merasa khawatir terhadap kesepakatan dengan Iran.
Rubio tiba di Abu Dhabi pada Selasa malam untuk melakukan perjalanan tiga hari ke sejumlah negara Teluk.
>>> Senat AS untuk Pertama Kali Setujui Resolusi Kekuatan Perang untuk Hentikan Konflik Iran
Ini merupakan misi diplomatik tingkat tinggi pertamanya setelah kesepakatan AS-Israel dengan Iran pekan lalu.
Ketika ditanya apakah ia akan membahas kekhawatiran sekutu terhadap kesepakatan tersebut, Rubio mengatakan kepada wartawan, "Itu pasti akan muncul dalam diskusi ini."
Ia juga akan membahas isu-isu lain yang tidak tercakup dalam nota kesepahaman.
Kekhawatiran Sekutu terhadap Kesepakatan Iran
Para pemimpin Teluk mendorong perdamaian selama konflik empat bulan, namun banyak yang terkejut dan kecewa dengan persyaratan kesepakatan.
Mereka khawatir Iran dapat menggunakan dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS untuk membangun kembali militernya.
Kesepakatan tersebut juga tidak membahas kemampuan rudal balistik Teheran, yang menjadi perhatian negara-negara Teluk yang pernah menjadi sasaran rudal dan drone Iran dalam perang.
>>> Prancis Catat Hari Terpanas Sepanjang Sejarah, Gelombang Panas Landa Eropa
Rubio harus membela kesepakatan awal yang didukung penuh oleh Presiden Donald Trump, namun juga harus menanggapi kekhawatiran mitra-mitranya di Teluk yang lebih berhati-hati terhadap perjanjian itu.
Negara-negara yang akan dikunjungi Rubio termasuk Uni Emirat Arab dan Kuwait.
Kedua negara memiliki pangkalan militer AS yang strategis dan menjadi sasaran serangan rudal Iran yang mengakibatkan korban sipil.
UEA menghadapi tekanan ekonomi yang parah akibat perang, karena ribuan ekspatriat yang menjadi inti ekonomi non-migrasinya melarikan diri.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kelangsungan pusat keuangan global yang berkembang di dekat negara yang menyerangnya.
Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa Iran membentuk sel-sel rahasia baru di Irak untuk melancarkan serangan ke negara-negara Teluk, termasuk Kuwait dan UEA.
>>> Kolam Refleksi Lincoln Memorial Bermasalah: Trump Klaim Vandalisme, Bebek Mati
Sel-sel tersebut melakukan setidaknya tujuh serangan drone terhadap sasaran di Kuwait, UEA, dan Arab Saudi pada April-Mei.
