Museum Sejarah Modern & Kontemporer Busan resmi membuka pameran tematik selama 105 hari, Rabu (25/6/2025), menandai penyelenggaraan Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 yang digelar di Busan.
Pameran bertajuk "Sites of the Busan Wartime Capital" ini berlangsung hingga 27 September 2025 di ruang pameran khusus lantai dua museum.
>>> Panduan Berenang di Korea: Aturan, Etiket, dan Tempat Terbaik
Pameran menyoroti 11 situs warisan yang terkait dengan peran Busan sebagai ibu kota sementara Korea selama Perang Korea (1950-1953).
Ketika pasukan Korea Utara merebut Seoul beberapa hari setelah perang dimulai, pemerintah Korea Selatan pindah ke Busan, kota terbesar di ujung selatan, yang berfungsi sebagai ibu kota de facto selama total 1.023 hari.
Kesebelas situs tersebut telah masuk dalam Daftar Prioritas Warisan Dunia UNESCO Korea pada November 2025, sebagai langkah menuju nominasi resmi.
Tiga Bagian Pameran
Pameran dibagi menjadi tiga bagian.
Bagian pertama mencakup situs yang menopang fungsi pemerintahan selama perang, termasuk kediaman presiden sementara, kompleks pemerintah pusat sementara, dan observatorium meteorologi yang mendukung operasi nasional.
>>> Seoul Peringkat ke-17 dalam Kualitas Hidup Global Versi Monocle
Bagian kedua mengkaji kehidupan pengungsi, menampilkan situs seperti pemukiman pengungsi kandang sapi Uam-dong dan Desa Nisan Ami-dong, sebuah lingkungan perbukitan yang dibangun oleh warga terlantar di atas bekas pemakaman.
Bagian ketiga membahas kerja sama internasional, meliputi Dermaga No. 1 Pelabuhan Busan, bekas gedung Kedutaan Besar AS dan USIS, Camp Hialeah, serta Pemakaman Peringatan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Korea.
Koleksi dan Program Pendukung
Artefak kunci yang dipamerkan antara lain peta pertempuran garis depan Sungai Nakdong era Perang Korea, log kehadiran dari observatorium meteorologi masa perang, koran bekas yang dijadikan wallpaper di rumah pengungsi, dan surat-surat tentara AS.
Untuk pertama kalinya, model skala dari 11 situs warisan ditampilkan bersamaan.
Program pendamping meliputi tur kuratorial pada Juli dan lokakarya edukatif yang menggabungkan sejarah Perang Korea dengan kegiatan langsung.
>>> Korea Manfaatkan 'BIAS' K-pop untuk Tarik Wisatawan ke Luar Seoul
Semua program gratis dan terbuka untuk umum dengan pendaftaran terlebih dahulu.