Ketika Anda mengembangkan karunia itu sepenuhnya, pekerjaan tidak lagi terasa melelahkan, dan Anda secara alami menarik orang-orang yang berbagi atau menghargai passion Anda," kata Werber.
Werber memiliki basis pembaca yang sangat setia di Korea.
Sejak "Empire of the Ants" pertama kali diterjemahkan ke bahasa Korea dan diterbitkan pada 1993, karya-karyanya telah terjual lebih dari 12,5 juta kopi di negara itu.
Angka tersebut lebih dari setengah total penjualan globalnya sebanyak 23 juta kopi dalam 35 bahasa. Novel terbarunya, "The Waltz of Souls," baru saja diterbitkan di Korea.
Novel itu memperluas tema reinkarnasi dan perjuangan berulang umat manusia antara pencerahan dan obskurantisme.
Ceritanya mengikuti seorang protagonis yang melakukan perjalanan melalui banyak kehidupan masa lalu — dari masyarakat prasejarah dan Mesir kuno hingga Sumeria dan Yunani klasik — dalam upaya mencegah akhir peradaban.
Werber mengatakan novel itu terinspirasi sebagian oleh minatnya yang sudah lama pada regresi kehidupan masa lalu.
Ia ingat seorang paranormal pernah mengatakan bahwa ia telah menjalani 111 kehidupan masa lalu, sebuah gagasan yang tidak bisa diverifikasi tetapi menjadi bahan subur untuk fiksi.
"Konflik antara pencerahan dan obskurantisme telah berlanjut sepanjang sejarah manusia," katanya dalam konferensi pers menandai perilisan edisi Korea di sela-sela pameran buku.
Ia juga memperingatkan bahwa teknologi seperti kecerdasan buatan pada dasarnya netral.
>>> Bahasa Korea Berubah dari Ketertarikan Budaya Menjadi Peluang Seumur Hidup
Seperti api atau energi nuklir, teknologi dapat bermanfaat bagi umat manusia atau disalahgunakan tergantung pada bagaimana orang memilih untuk menggunakannya.