unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Gelombang Panas Eropa Membebani Rumah Sakit, Acara Hiburan Dibatalkan

Gelombang Panas Eropa Membebani Rumah Sakit, Acara Hiburan Dibatalkan

Gelombang Panas Eropa Membebani Rumah Sakit, Acara Hiburan Dibatalkan
Ilustrasi: Gelombang Panas Eropa Membebani Rumah Sakit, Acara Hiburan Dibatalkan
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Republik Ceko dan Hongaria berada dalam siaga merah untuk akhir pekan dengan suhu hingga 40 derajat Celsius diperkirakan terjadi.

Di Berlin, suhu mencapai 33 derajat Celsius pada Kamis (25/6). Christian Bernardt (52) yang tinggal di tempat penampungan tunawisma mengatakan, "Panasnya melelahkan...

>>> Pemprov DKI Jakarta Sediakan Kartu Layanan Gratis Transjakarta untuk 15 Golongan

alt top

Tidak ada yang menduga gelombang panas ini."

Di Italia, 18 kota berada dalam status siaga merah. Di dekat muara Sungai Po, nelayan kerang bekerja keras membersihkan jaring dari ganggang yang dipicu oleh panas.

Paolo Mancin, kepala koperasi nelayan, mengatakan, "Di atas semua masalah kami, sekarang ada panas gila ini, begitu panjang, begitu tak terduga.

alt mid

Ganggang terbentuk dan kerang mati dalam jumlah besar."

Otoritas di wilayah tersebut memperingatkan bahwa rendahnya permukaan Sungai Po dapat menyebabkan kekeringan.

Sebagian besar Belanda masih dalam siaga merah, dengan otoritas menyarankan warga untuk bepergian hanya jika perlu dan sebagian besar sekolah tutup.

Penyelenggara membatalkan festival musik techno Defqon. 1 selama empat hari di Belanda tengah.

Slowakia memperkirakan suhu hingga 36 derajat Celsius. Di Bratislava, kolam renang memperpanjang jam buka dan otoritas mengerahkan truk tangki air minum.

Perdana Menteri Hongaria Peter Magyar mengatakan otoritas menyiapkan jutaan kantong air minum untuk kemungkinan distribusi publik dan mendesak warga untuk menghemat air.

Sementara itu, bagian barat Eropa menikmati sedikit kelegaan setelah badai semalaman di wilayah Brittany, Prancis, menghasilkan udara lebih sejuk pada Jumat (26/6).

Seorang wanita setempat, Aurelie Sauvager (47), mengatakan, "Saya kembali hidup. Kami akhirnya bisa bernapas."

>>> Wakil Komandan NATO Ingin KTT Turki Dorong Belanja Pertahanan dan Tunjukkan Persatuan

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa gelombang panas yang berulang adalah tanda jelas pemanasan global yang didorong oleh pembakaran bahan bakar fosil oleh manusia, dan akan menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih intens.

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru