unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Menginap di Arboretum Tepi Laut yang Dibangun Mantan Perwira Intelijen AS

Menginap di Arboretum Tepi Laut yang Dibangun Mantan Perwira Intelijen AS

Menginap di Arboretum Tepi Laut yang Dibangun Mantan Perwira Intelijen AS
Ilustrasi: Menginap di Arboretum Tepi Laut yang Dibangun Mantan Perwira Intelijen AS
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Kabut tipis menyelimuti lantai hutan yang dipenuhi pakis lebar di Chollipo Arboretum, Taean, Provinsi Chungcheong Selatan. Pukul 6 pagi, tempat ini masih sepi pengunjung.

Hanya suara klakson kapal dan kicauan burung yang terdengar di antara pepohonan.

>>> Tomat, Superfood Musim Panas untuk Jantung, Kulit, dan Tulang

alt top

Ini adalah momen langka yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang memulai hari lebih awal di arboretum yang terkenal sebagai 'taman dengan pemandangan laut' ini.

Chollipo Arboretum adalah arboretum swasta pertama di Korea. Dibangun di pesisir yang asin, sebuah lokasi yang tidak biasa untuk arboretum.

Tempat ini didirikan oleh orang Amerika pertama yang menjadi warga negara Korea naturalisasi.

alt mid

Lahir sebagai Orang Amerika, Meninggal sebagai Orang Korea

Min Byung-gal, lahir dengan nama Carl Ferris Miller di West Pittston, Pennsylvania pada tahun 1921.

Ia bertugas di Angkatan Laut AS sebagai perwira intelijen sebelum ditugaskan ke pemerintahan militer AS di Korea pada tahun 1945.

Setelah meninggalkan militer, ia bekerja di Bank of Korea hingga pensiun pada tahun 1982.

Ia berteman akrab dengan Min Byung-do, yang kelak menjadi gubernur Bank of Korea dan mengubah Nami Island menjadi tujuan wisata.

Miller kemudian mengubah namanya menjadi Min Byung-gal, menggabungkan nama keluarga Min dan suku kata 'Byung' dari temannya, serta 'gal' dari nama Inggrisnya, Carl.

Awalnya ia tidak berniat menetap di Korea. Namun, pada tahun 1962, seorang petani yang membutuhkan biaya pernikahan putrinya menjual tanahnya.

Miller membeli lahan seluas 20.000 meter persegi di Chollipo, tanah tandus di tepi laut yang tidak cocok untuk pertanian.

Setelah itu, penduduk setempat berdatangan untuk menjual tanah mereka. Miller kemudian membuat hutan pinus sebagai penahan angin dan kolam sebagai reservoir air tawar.

alt under
D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
alt mid
📰 Update Terbaru