unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Menjahit Semangat Korea: Desainer Kostum Lee Jin-hee Bawa Hanbok ke Panggung Dunia

Menjahit Semangat Korea: Desainer Kostum Lee Jin-hee Bawa Hanbok ke Panggung Dunia

Menjahit Semangat Korea: Desainer Kostum Lee Jin-hee Bawa Hanbok ke Panggung Dunia
Ilustrasi: Menjahit Semangat Korea: Desainer Kostum Lee Jin-hee Bawa Hanbok ke Panggung Dunia
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Lee juga mengagumi kesederhanaan hanbok. "Semakin saya mempelajari hanbok, semakin saya sadar bahwa meski sangat elegan, ia membawa energi besar.

Menyederhanakan sesuatu membutuhkan kekuatan untuk menghilangkan yang tidak perlu, dan itulah kekuatan bangsa kami," ujarnya.

Merangkul AI untuk Ekspansi Hanbok

Di KTT APEC, Lee menampilkan "Future Hanbok" yang menggunakan AI sebagai elemen desain inti.

alt top

Meski banyak kreator enggan menggunakan AI, Lee menganggap memahami ekosistem AI adalah soal kelangsungan hidup.

"Saya memasukkan elemen desain berdasarkan estetika dan pandangan dunia saya. Ketika menggunakan program kreatif dengan data dan bahan riset saya, ia menghasilkan kreasi baru.

>>> Tomat, Superfood Musim Panas untuk Jantung, Kulit, dan Tulang

alt mid

AI adalah alat yang semakin tajam, dan saya melihat kemungkinan ekspansi tak terbatas untuk globalisasi hanbok," katanya.

Ia mencontohkan acara di New York di mana "pansori" yang dihasilkan AI mendapat sambutan luar biasa. "Mengetahui cara menggunakan alat ini versus tidak mengetahuinya membuat perbedaan besar.

AI dapat berperan dalam mendigitalkan kekayaan intelektual kita untuk generasi mendatang," tambahnya.

Dari Layar ke Panggung dan Seterusnya

Lee adalah pelopor teknik modern pada kostum periode, seperti pencetakan tekstil digital dan payet, serta penggunaan palet pastel yang berani.

Drama "Sungkyunkwan Scandal" (2010) menjadi awal tren hanbok modern.

Ia membedakan desain untuk televisi dan panggung. "Kostum panggung jauh lebih sulit karena pencahayaan teater yang keras.

Anda harus menggunakan tekstur dan lapisan yang berani untuk memberi kedalaman," jelasnya.

Lee kini memperluas karyanya ke pertunjukan seni media, lukisan, dan patung. "Saya fokus memperluas tradisi dan ritual perdukunan ke dalam bahasa kontemporer.

Jika Anda benar-benar memahami semangat dan estetika Korea, Anda dapat menuangkannya ke proyek apa pun," katanya.

Musikal terbarunya, "Arang," awalnya bernada duka, namun dengan menyuntikkan kualitas ritualistik Korea, Lee berhasil menghidupkan naskah aslinya.

Ia juga menyebut pemotretan di gurun Kazakhstan tahun 2024 dengan model Kazakh mengenakan hanbok. "Nenek moyang kami sering menyulam karakter Tionghoa untuk umur panjang pada pakaian anak.

Kami juga membawa cetakan tambal sulam tradisional dan lukisan rakyat ke era modern," ujarnya.

>>> Malam Mistis di Arboretum Tepi Laut Korea yang Dibangun Mantan Perwira Intelijen AS

"Ketika pola seni rakyat tradisional dipadukan dengan modernitas seperti ini, kekayaan intelektual kami berkembang dengan sendirinya. Skalabilitas itulah yang terpenting," pungkas Lee.

alt under
D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
alt mid
📰 Update Terbaru