Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan melalui media sosial bahwa Iran telah meminta pertemuan dengan pihak AS. Namun, pernyataan itu langsung dibantah oleh pejabat Iran.
Trump mengatakan pertemuan akan digelar pada Selasa di Doha, Qatar. Iran disebut ingin bertemu di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
>>> Penembakan di Panti Sosial Jerman Utara Tewaskan Lima Orang
Di sisi lain, Kazem Gharibabadi, negosiator senior Iran, menegaskan tidak ada pertemuan yang dijadwalkan. Ia mengatakan konsultasi dengan Qatar masih berlangsung seperti biasa.
Dana Beku Iran dan Ketegangan di Selat Hormuz
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebutkan bahwa dana beku Iran sebesar $6 miliar akan segera dirilis oleh Qatar.
Pernyataan itu muncul di tengah negosiasi yang terhambat oleh serangan di Teluk Persia.
Pezeshkian memuji kesepakatan sementara sebagai kemenangan besar bagi rakyat Iran. Namun, pejabat AS mengatakan belum ada dana beku yang dicairkan.
>>> Golkar Soroti Dugaan Penyalahgunaan Jabatan Anggota DPRD TTU Terkait Kasus dr Icha
Ketegangan meningkat setelah Iran dua kali menyerang kapal di dekat perairan Oman. AS membalas dengan serangan udara, memicu kekhawatiran bahwa negosiasi formal bisa terganggu.
Iran juga meluncurkan serangan drone dan rudal ke Bahrain dan Kuwait pada hari Minggu. Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima minyak dan gas dunia, menjadi pusat ketegangan.
Kebingungan soal Putaran Negosiasi Berikutnya
Pakistan, mediator utama, mengatakan pembicaraan akan dilanjutkan pada Selasa. Pemerintahan Trump menyatakan tidak ada yang dibatalkan dan pembicaraan teknis tetap berjalan.
>>> Semester Pertama 2026, Polda Banten Ungkap 212 Kasus C3 dan Amankan 290 Tersangka
Namun, Gharibabadi membantah adanya pembicaraan teknis di Doha. Pembicaraan teknis melibatkan diplomat tingkat rendah yang merinci kesepakatan sebelum pemimpin tinggi bertemu.