Tim penyelamat terus mencari korban di reruntuhan bangunan yang roboh akibat gempa bumi dahsyat pekan lalu di Venezuela.
Perhatian kini mulai beralih pada krisis kemanusiaan yang diperkirakan akan berlangsung lama.
>>> Cara Cek NIK DTKS Online via Siladu untuk Bansos Jakarta 2026
Lima hari pascagempa, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.700 orang menurut pemerintah. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan masih menunggu bantuan.
Pemerintah Klaim Upaya Pemulihan
Pemerintah Venezuela gencar mempromosikan upaya pemulihan dan penyelamatan. Polisi dan militer membagikan makanan kaleng kepada warga yang mengungsi.
Jorge Rodríguez, pemimpin Majelis Nasional, menyebut listrik telah pulih 90 persen di negara bagian La Guaira yang paling parah terdampak.
Ia juga mengatakan 15 kamp pengungsian telah didirikan.
Gempa susulan berkekuatan 4,6 magnitudo kembali mengguncang zona bencana di La Guaira. Warga di Caracas berhamburan ke jalan karena panik.
Bantuan AS dan Keraguan soal Perlindungan
Amerika Serikat telah mengirim 300 petugas pertama dan dua lusin pesawat militer C-17 setiap hari dengan pasokan. Bantuan finansial AS kini melebihi 300 juta dolar.
Namun, tampaknya pemerintahan Trump tidak akan memberikan perlindungan kemanusiaan sementara bagi warga Venezuela yang sudah berada di AS.
Langkah serupa pernah dilakukan untuk korban gempa Haiti 2010 dan El Salvador 2001.
>>> Beasiswa Koperasi Astra 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Lebih dari 100 warga Venezuela yang baru dideportasi dari AS ditahan di sebuah hotel saat gempa terjadi. Banyak dari mereka kini dilaporkan hilang.
Sukarelawan dan Skala Kerusakan
Seorang penambang yang dideportasi dari AS, Jean Sosa (31), ikut menggali reruntuhan dengan beliung tua. Ia mengaku telah menyelamatkan 20 orang hidup-hidup meski tanpa peralatan memadai.
Skala kerusakan masih sulit dipastikan. Pemerintah mencatat 855 bangunan rusak atau roboh, sementara NASA memperkirakan 58.870 bangunan berdasarkan citra radar satelit.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut hingga 6,8 juta dari 30 juta penduduk Venezuela mungkin terdampak.
Palang Merah Venezuela memperkirakan perlu menangani kebutuhan setidaknya 300.000 orang selama dua tahun ke depan.
Pemerintah dituding menghalangi akses jurnalis asing ke La Guaira selama 48 jam dengan alasan mengurangi kebisingan saat operasi penyelamatan.
Serikat pers Venezuela mendesak pencabutan pembatasan tersebut.
>>> DPD RI Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026, Istithaah Kesehatan Jadi Fokus Utama Perbaikan
Lebih dari 50.000 orang dilaporkan hilang dalam basis data digital non-pemerintah. Banyak keluarga masih menunggu kabar di lokasi pencarian.