Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau langsung proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 5 Juli 2026.
Dalam kunjungannya, Jumhur mengklaim titik api di lokasi kini tersisa 3,6 persen. Angka itu menurun drastis dari sebelumnya yang mencapai 70 persen.
>>> Australia Konfirmasi Total 6 Kasus Flu Burung H5 yang Mematikan
"Alhamdulillah, ini hari yang keenam.
Laporan tadi atas kerja keras dari semua stakeholders, kekuatan yang bisa membantu mematikan api, bekerja dengan baik," kata Jumhur di lokasi.
Ia menjelaskan, petugas tidak hanya mengandalkan armada pemadam kebakaran, tetapi juga melakukan penyuntikan air ke bagian bawah tumpukan sampah.
Helikopter turut menyemprotkan air dari udara.
"Tadinya sekitar 70 persen daerah ini membara.
>>> OPEC+ Sepakat Naikkan Kuota Minyak 188.000 Barel per Hari pada Agustus
Kemudian secara bertahap, kerja keras dimatikan, diberi air dari bawah, disuntik ke bawah, dari atas helikopter jalan terus, pemadam kebakaran dan sebagainya, maka sekarang tinggal 3,6 persen.
Artinya ini suatu angka yang luar biasa," ujarnya.
Menurut Jumhur, proses pemadaman dapat segera diselesaikan jika kondisi di lapangan tetap kondusif.
Hingga saat ini, dua helikopter water bombing masih terus dioperasikan untuk menyiram titik api yang tersisa.
Pemerintah berencana menambah dua helikopter untuk mempercepat pemadaman api di TPA Jatiwaringin. Meski demikian, Jumhur mengingatkan potensi kebakaran kembali jika kewaspadaan menurun.
>>> OPEC+ Setujui Kenaikan Produksi Minyak Lagi, Ekspor Hormuz Mulai Pulih
"Teorinya harusnya mati, tapi kalau panas terus menerus, potensi terbakar lagi ada kalau kita tidak waspada," tuturnya.
