Protes sporadis meletus di Havana pada Selasa malam, dengan warga memukul panci, membunyikan klakson, dan berteriak "nyalakan lampu" saat jutaan warga Kuba masih tanpa listrik.
Kuba mengalami pemadaman nasional pada Senin — yang ketiga kalinya tahun ini — namun meskipun otoritas mengatakan sebagian besar negara telah terhubung kembali ke jaringan listrik pada Selasa malam, banyak yang masih gelap gulita karena pulau tersebut kekurangan bahan bakar.
>>> Hasil Seleksi Mandiri UPNYK Bela Negara 1 Diumumkan Hari Ini, 8 Juli 2026
Operator jaringan listrik UNE mengatakan telah menghubungkan kembali jaringan dari Pinar del Rio di ujung barat Kuba hingga Holguin di timur.
Santiago de Cuba, kota terbesar kedua, masih terputus dan tanpa listrik.
Krisis Bahan Bakar dan Sanksi AS
AS pada Januari memutus pasokan bahan bakar Kuba, lalu menjatuhkan sanksi baru yang memicu eksodus bisnis asing dan hampir runtuhnya pariwisata, dalam upaya memaksa pemerintah Kuba bernegosiasi.
AS ingin menggulingkan pemerintah komunis Kuba dan menyerukan pemilihan demokratis serta pembebasan tahanan "politik".
Kuba dan PBB mengatakan sanksi Presiden Donald Trump melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.
Ratusan warga yang kelelahan di pinggiran Havana, Jaimanitas dan Santa Fe, turun ke jalan sementara yang lain duduk di ambang pintu dan trotoar selama malam yang panas, bermain domino atau mengobrol dengan tetangga sambil menunggu listrik pulih.
>>> Jadwal Pemadaman Listrik Bandung Hari Ini, Rabu 8 Juli 2026
Banyak yang kini terbiasa dengan pemadaman selama 30 jam atau lebih, sebagian besar pasrah menghadapi malam lain dengan nyamuk dan sedikit tidur.
"Saya tidak melihat solusi cepat untuk masalah ini," kata Amauri Gonzalez, seorang warga setempat. "Pembangkit listrik kami sudah usang dan tidak ada bahan bakar."
Di beberapa area Santa Fe, listrik kembali segera setelah aksi memukul panci dimulai, membuat para pengunjuk rasa bergegas pulang untuk memanfaatkannya.
Dialog Buntu
Menurut pejabat Kuba dan AS, pembicaraan antara kedua negara telah mandek.
Duta Besar AS untuk PBB Michael Waltz dalam debat di Majelis Umum PBB pada Selasa mengatakan pemerintah Kuba yang harus disalahkan atas kekurangan listrik.
"Ubah cara kalian dan nyalakan lampu untuk rakyat kalian," katanya.
>>> Kuwait dan Bahrain Hadapi Serangan Rudal Setelah AS Bombardir Iran
Namun, sebagian besar negara yang berbicara dalam debat tersebut menyerukan Washington untuk mengakhiri blokade dan membalikkan sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi pulau itu.
