PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatatkan pertumbuhan kinerja yang melampaui rata-rata industri perbankan nasional hingga Mei 2026.
Transformasi bisnis yang konsisten dan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia menjadi pendorong utama pencapaian tersebut.
>>> Khitanan Massal PAM JAYA dan TP PKK Tembus 2.067 Peserta, Pecahkan Rekor MURI
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan transformasi yang dijalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari Danantara.
"Kami terus meningkatkan produktivitas, memperkuat efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi layanan, serta mengembangkan bisnis beyond mortgage," ujar Nixon di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Kinerja Keuangan Melampaui Industri
Hingga Mei 2026, BTN membukukan laba bersih sebesar Rp1,85 triliun, meningkat 54,37% secara tahunan dari Rp1,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata laba bersih bank umum nasional yang hanya tumbuh 4,96% secara tahunan berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan.
Pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income BTN mencapai Rp7,13 triliun, tumbuh 15,15% dibandingkan Rp6,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba operasional konsolidasi tercatat sebesar Rp2,39 triliun, naik 58,37% secara tahunan.
Pre Provision Operating Profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun, tumbuh 20,07% dari Rp3,31 triliun pada Mei 2025.
Pertumbuhan Kredit dan DPK di Atas Industri
Total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN hingga Mei 2026 mencapai Rp403,06 triliun, tumbuh 9,97% secara tahunan.
>>> Polda Banten Sita 44.500 Bungkus Rokok Ilegal di Serang, 3 Orang Ditangkap
Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang sebesar 8,62% pada periode yang sama.
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp433,95 triliun, meningkat 9,09% dibandingkan Rp397,78 triliun pada Mei 2025.
