Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang disepakati Presiden Donald Trump bulan lalu kini berada di ambang keruntuhan.
Serangan udara selama dua hari berturut-turut serta pemberlakuan kembali sanksi minyak oleh AS membuat kesepakatan itu kehilangan momentum.
>>> Daftar Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Juli 2026, Simak Rincian per Gram
Nota kesepahaman yang mulai berlaku pada 18 Juni itu dirancang untuk mengakhiri permusuhan, memberikan keringanan sanksi bagi Iran, dan membuka kembali Selat Hormuz.
Namun, hingga saat ini ketiga tujuan tersebut belum sepenuhnya tercapai.
Trump pada Rabu menyatakan bahwa kesepakatan tersebut telah "berakhir". Meski demikian, perjanjian itu belum secara resmi dibatalkan dan beberapa ketentuannya masih dijalankan.
Pembicaraan Teknis Masih Berlangsung
Seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan pada Kamis bahwa pembicaraan teknis antara kedua pihak masih terus berlangsung.
>>> Febrie Adriansyah Disorot Lagi: Cafe dan Money Changernya Digeledah Polri
Ia menegaskan bahwa AS tetap berkomitmen mencari penyelesaian dengan Iran.
Situasi ini menunjukkan ketidakjelasan arah konflik selanjutnya. Pemerintahan Trump belum meningkatkan serangan udara hingga seintensif fase awal konflik.
Harga minyak melonjak sepanjang pekan ini, tetapi masih jauh di bawah level tertinggi yang sempat dicapai pada Maret.
>>> KPK Tangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Operasi Tangkap Tangan
Sementara itu, peluang untuk menggelar pembahasan substantif mengenai program nuklir Iran dinilai masih sangat kecil.
