Proyek gas alam cair (LNG) raksasa Lapangan Abadi, Blok Masela di Laut Arafura, Maluku, resmi memasuki fase groundbreaking pada Kamis (16/7/2026).
Tonggak baru ini terjadi setelah proyek strategis nasional sektor energi tersebut mangkrak selama hampir 28 tahun sejak dimulai pada 1998.
>>> Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bocor: 5 Spek Unggulan Jelang Rilis 22 Juli 2026
Di balik skala investasi yang masif hingga US$20,9 miliar atau setara Rp376,24 triliun, Blok Masela menjadi panggung adopsi teknologi mutakhir di sektor hulu migas.
Transformasi Teknologi dan Energi Hijau
Selama hampir 28 tahun, proyek ini bertransformasi dari ekstraksi konvensional menjadi pionir energi hijau.
>>> Gaji Magang Kemnaker 2026 Setara UMP/UMK, Ini Peluang Jadi Karyawan Tetap
Teknologi integrasi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) menjadi salah satu inovasi utama yang diadopsi.
>>> Xiaomi Redmi Note 17 Pro Resmi Meluncur, Baterai 9.000 mAh dan Layar 3.500 Nits
Sepanjang perjalanannya, Blok Masela melakukan banyak transformasi dan penetapan teknologi untuk mendukung operasi yang lebih ramah lingkungan.
