Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menyoroti besarnya alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 untuk pembayaran utang.
Realisasi cicilan pokok dan bunga utang mencapai Rp1.400 triliun, atau hampir 50% dari total penerimaan negara yang sekitar Rp3.100 triliun.
>>> Polri Respons Wacana Sertifikasi HAM untuk Promosi Jabatan, Klaim Sudah Jadi Penilaian
Hal ini disampaikan Harris dalam Rapat Kerja DPR RI, menanggapi laporan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai rasio utang terhadap PDB.
Rasio Utang Naik Tipis
Kemenkeu melaporkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025 mencapai 40,51%.
Angka ini meningkat dari rasio tahun sebelumnya yang sebesar 39,8% terhadap PDB pada 2024.
>>> Disdik Kabupaten Tangerang Gencarkan Gerakan Pencegahan Bullying
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Kerja Kemenkeu dan Kementerian PPN/Bappenas dengan Komisi XI DPR RI.
Bunga Utang Rp599 Triliun
Harris Turino menilai rasio utang Indonesia masih setara dengan negara lain.
Namun, ia menyoroti tingkat bunga yang harus dibayarkan mencapai Rp599 triliun ditambah cicilan pokok Rp800 triliun.
>>> Pertalite di Sumatra Langka, ESDM Janji Percepat Alur Distribusi
"Kalau dibandingkan total penerimaan negara 2025 sekitar Rp3.100 triliun, artinya angka bayar utang dan bunga sudah mendekati 50%," ungkap Harris dalam rapat, dikutip Jumat (17/7/2026).
