Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi likuiditas perbankan nasional saat ini dalam keadaan amat baik. Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (21/7/2026).
Purbaya merespons perbedaan pendapat sebelumnya antara otoritas fiskal dan moneter terkait likuiditas perbankan. Ia menekankan komunikasi dengan Bank Sentral berjalan sangat erat.
>>> Warga Depok Diduga Diteror Tetangga, Perselisihan Sejak 2024 Berujung Perusakan Rumah
"Jadi kami dengan Bank Sentral berkomunikasi amat erat untuk masalah likuiditas. Sudah membaik sekarang," ujar Purbaya.
Bendahara Negara itu juga menyebut sinergi Kementerian Keuangan dengan Bank Indonesia (BI) sangat baik.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur BI, rutin mengikuti Rapat Dewan Gubernur (RDG).
>>> Antrean Truk Bongkar Muat Lumpuhkan Jalan Cakung-Cilincing
"Tapi kita komunikasi terus dengan bank sentral jadi sinerginya amat bagus. Jadi untuk mengikatkan, mempererat koordinasi antara kami dengan bank sentral setiap RDG sekarang Pak Juda berangkat sana.
Jadi gak ada missed yang terlalu besar," tuturnya.
Sebelumnya, Purbaya sempat mengkritik indikator likuiditas yang kerap disebut melimpah oleh Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS.
>>> Raja Juli Antoni Bungkam Usai Laporan Gratifikasi Ditolak KPK
Menurutnya, indikator tersebut tidak akurat karena banyak bank di lapangan mengeluhkan seretnya pasokan dana tunai.
