Setiap final Piala Dunia selalu diakhiri dengan momen ikonik: kapten tim pemenang mengangkat trofi emas di hadapan ribuan penonton.
Trofi itu kemudian dibawa ke ruang ganti, dipamerkan dalam sesi foto, dan menjadi pusat perayaan kemenangan.
>>> Menkeu Purbaya Buka Suara soal PHK di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Tinggi
Namun, apakah trofi Piala Dunia benar-benar boleh dibawa pulang dan disimpan oleh negara juara? Jawabannya: tidak.
Trofi Asli Milik FIFA
Trofi yang saat ini diperebutkan bernama FIFA World Cup Trophy.
Penghargaan ini mulai digunakan pada Piala Dunia 1974, setelah trofi sebelumnya, Jules Rimet Trophy, diberikan secara permanen kepada Brasil karena menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya pada 1970.
Berbeda dengan pendahulunya, trofi Piala Dunia modern tidak bisa dimiliki selamanya oleh negara pemenang. Trofi asli tetap menjadi milik FIFA.
>>> Purbaya: 40 Perusahaan Diduga Kurang Bayar Pajak, Nunggak Rp500 M
Trofi ini memiliki tinggi 36,8 sentimeter dan berat 6,175 kilogram. Bagian utamanya terbuat dari emas 18 karat, sementara bagian dasar dihiasi dua lapisan malasit hijau.
Desainnya dibuat oleh seniman Italia, Silvio Gazzaniga, setelah FIFA menerima 53 rancangan dari tujuh negara. Bentuknya menggambarkan dua sosok manusia yang seolah mengangkat bumi dari dasar ke puncak.
Jerman Barat menjadi negara pertama yang mengangkat trofi ini setelah menjuarai Piala Dunia 1974.
Meski demikian, para pemain memang diperbolehkan memegang trofi asli dalam seremoni penyerahan. Mereka juga bisa membawanya ke ruang ganti dan berfoto bersama dalam rangkaian perayaan resmi.
>>> Thor Jadi Kandidat Kuat Pemimpin Avengers di Avengers: Doomsday, Ini Alasannya
Namun, trofi harus dikembalikan ke FIFA setelah perayaan selesai.
