Yudhie Haryono, CEO Nusantara Centre, mengemukakan pemikiran tentang Ekonomika Pancasila sebagai teori yang mampu menjelaskan seluruh peristiwa di Indonesia.
Menurutnya, setiap negara memiliki arsitektur dan problematikanya sendiri, sehingga teori penyelesaiannya pun berbeda.
>>> ESDM Didesak Transparan Soal Skema Impor Minyak Rusia via Lemigas
Ia memulai pencarian teori ini dengan mendalami diskursus agama, dengan tesis bahwa menyelesaikan problema Islam berarti menyelesaikan problema Indonesia.
Namun, ia kemudian menyadari bahwa agama adalah metode memahami masa lalu, masa kini, dan masa depan secara seimbang, bukan tujuan akhir.
>>> Pemerintah Suntik Rp209 Miliar ke Pelni dan ASDP untuk Angkutan Perintis
Pemikiran ini lahir dari pengalaman bertahun-tahun melakukan penelitian dan eksperimen untuk mencari penyebab utama bangsa Indonesia berjalan di tempat.
>>> Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juli 2026 Naik Rp3.000 per Gram, Buyback Ikut Terangkat
Yudhie menekankan bahwa tidak ada negara yang persis sama, sehingga teori segala hal ikhwal untuk Indonesia haruslah unik dan tidak bisa sekadar meniru negara lain.
