Center of Economic and Law Studies (Celios) mengkritik rencana pemerintah membangun 10 Universitas Republik Indonesia (URI). Kritik tersebut disampaikan Direktur Keadilan Fiskal Celios, Media Wahyudi Askar.
Media mengungkapkan bahwa sekitar tiga bulan lalu, ia dihubungi perwakilan Russell Group. Konsorsium ini beranggotakan 24 universitas riset terkemuka di Inggris, termasuk Oxford, Cambridge, dan University College London.
Pihak Russell Group mengaku telah dihubungi Pemerintah Indonesia untuk memberikan dukungan pengajar bagi 10 URI yang direncanakan dibangun dalam dua tahun.
Media menyebut mereka bertanya apakah rencana itu mungkin.
"Saya jawab: saya tidak tahu, tidak mungkin dengan fiskal sekarang dan tidak dibutuhkan.
Jauh lebih baik, Indonesia mengoptimalkan universitas yang sudah ada," tulis Media dalam unggahannya, dikutip Jumat (24/7).
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan kebutuhan sektor pendidikan tinggi saat ini. Ia menilai penguatan kualitas lebih mendesak dibandingkan penambahan kampus baru.