unique visitors counter
⌂ Beranda News Van Tabrak Kerumunan Acara LGBTQ+ Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka

Van Tabrak Kerumunan Acara LGBTQ+ Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka

Van Tabrak Kerumunan Acara LGBTQ+ Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka
Ilustrasi: Van Tabrak Kerumunan Acara LGBTQ+ Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka
A A Ukuran Teks16px

Sebuah van menabrak kerumunan yang sedang merayakan acara LGBTQ+ di Berlin pada Sabtu malam, menewaskan satu orang dan melukai setidaknya 16 lainnya.

Polisi mengatakan beberapa korban mengalami luka yang mengancam jiwa. Mereka meminta semua orang meninggalkan lokasi kejadian segera setelah ambulans dan petugas pemadam kebakaran tiba.

>>> Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Paksa Lebih dari 250.000 Orang Mengungsi

Petugas polisi Florian Nath dalam video singkat di akun X polisi Berlin mengatakan, "Kami melakukan pencarian intensif terhadap tersangka."

Juru bicara polisi Alexander Klute kemudian mengatakan kepada Associated Press bahwa "saat ini, kami tidak tahu apa pun tentang kemungkinan motif, identitas pelaku, atau hal semacam itu."

Van Putih Masuk Taman Tiergarten

Menurut polisi, sebuah van putih melaju ke Taman Tiergarten sekitar pukul 22.00 waktu setempat, yang berada di dekat rute pawai kebanggaan yang telah dilewati sebelumnya.

Van tersebut menabrak beberapa orang sebelum menabrak pohon. Polisi tidak dapat menyebutkan berapa banyak petugas yang dikerahkan, tetapi jumlahnya "sangat banyak."

Secara keseluruhan, lebih dari 2.200 petugas polisi telah bertugas di Berlin sejak Sabtu pagi untuk mengamankan pawai kebanggaan dan acara LGBTQ+ lainnya.

Polisi melakukan interogasi saksi di taman sepanjang malam dan menyelidiki laporan bahwa selain tabrakan, beberapa korban tampak menderita luka tusuk.

Namun, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan.

Wali Kota Berlin Kecam Serangan

Wali Kota Berlin Kai Wegner menyatakan keterkejutannya, mengatakan bahwa "setelah pawai kebanggaan yang damai dan semarak, acara untuk Berlin yang toleran dan damai diserang dengan cara yang paling brutal."

"Ini adalah serangan terhadap masyarakat kita yang bebas dan kosmopolitan," kata Wegner. "Saya percaya pada polisi dan otoritas keamanan, yang akan bekerja sepanjang waktu untuk menyelidiki."

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot