Katy Perry meluapkan kemarahannya kepada Gedung Putih setelah lagu hitsnya, Firework (2010), digunakan dalam unggahan TikTok resmi @WhiteHouse.
Video yang diunggah pada Kamis (23/7) itu menampilkan cuplikan ledakan bom yang diselaraskan dengan lirik lagu tersebut.
>>> Moto Pad 70 Groove Resmi Meluncur 31 Juli, Fokus pada Audio JBL 9 Speaker
Unggahan itu diberi keterangan "Iran telah diperingatkan."
Dalam unggahan di media sosial, Sabtu (24/7), Perry mengaku sangat terkejut dan marah.
Ia menegaskan tidak pernah memberikan izin dan tidak menyetujui penggunaan lagunya untuk konten semacam itu.
"Saya menulis lagu ini untuk menjadi lagu harapan, penyembuhan, dan kekuatan batin bagi orang-orang yang sedang melewati momen-momen tergelap dalam hidup mereka," tulis Perry.
Ia menambahkan bahwa melihat pesan harga diri dan peningkatan diri dipersenjatai untuk mengiringi kehancuran adalah pelanggaran total. "Musik saya adalah untuk menyatukan orang, bukan untuk merayakan peperangan," lanjutnya.
>>> iOS 27 Bocorkan iPhone dengan Dua Baterai, Tanda iPhone Foldable Segera Hadir?
Unggahan Gedung Putih itu muncul saat pemerintahan Trump tampaknya menunda ancaman eskalasi besar-besaran terhadap Iran. Negosiasi terus berlanjut meskipun pasukan AS tetap siaga untuk serangan lebih lanjut.
Trump mengatakan Washington "siap siaga" tetapi "tidak terburu-buru." Ia mengklaim Teheran jadi lebih serius tentang kemungkinan kesepakatan.
Sementara itu, Komando Pusat AS terus menyerang target rudal, maritim, dan nuklir Iran.
Katy Perry bukan satu-satunya artis yang mengecam pemerintahan Trump.
>>> Nyesel Pasang iOS 27 Beta? Ini Cara Balik ke iOS 26 Tanpa Ribet!
Sebelumnya, Ariana Grande, Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Celine Dion, Neil Young, dan Rolling Stones juga mengkritik penggunaan lagu mereka tanpa izin untuk tujuan politik atau kekerasan.
