Huawei kembali membuktikan kekuatan mereknya di pasar domestik. Seri flagship terbaru, Mate 80, kini telah melampaui angka 8 juta unit terjual.
Pencapaian ini terjadi di tengah persaingan ketat dan keterbatasan akses ke ekosistem global.
>>> Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 M ke Bareskrim, Ini Alasannya
Menurut data pasar, penjualan Mate 80 mencapai 7,92 juta unit hingga pekan ke-29 tahun 2026.
Dengan laju penjualan lebih dari 100.000 unit per minggu, total pengiriman diperkirakan telah menembus 8 juta unit pada pekan lalu.
Pertumbuhan ini tidak hanya mengandalkan lonjakan awal, melainkan permintaan yang stabil berbulan-bulan setelah peluncuran.
Konsistensi Penjualan Mingguan
Salah satu indikator kesehatan produk adalah kemampuan mempertahankan minat konsumen jangka panjang. Mate 80 unggul dalam aspek ini dengan tidak adanya penurunan tajam pasca-luncur.
Rata-rata penjualan mingguan tetap di atas 100.000 unit, dan distribusi merata di seluruh varian seperti Mate 80 dan Mate 80 Pro.
Hal ini menunjukkan loyalitas pelanggan yang tidak hanya tertarik pada spesifikasi, tetapi juga pada pengalaman software, desain, dan inovasi lokal.
>>> Alasan Stephen Chow Pilih Dilraba Dilmurat untuk Kung Fu Soccer
Chipset Kirin 9030 dan baterai 5.750 mAh menjadi daya tarik utama. Keberhasilan ini membuktikan bahwa konsumen premium Tiongkok lebih memilih merek lokal.
Dampak bagi Masa Depan Huawei
Dengan lebih dari 8 juta unit terjual, Mate 80 menjadi salah satu seri flagship paling sukses pasca-sanksi AS.
Jika tren ini berlanjut, total penjualan bisa mencapai 10–12 juta unit sebelum generasi Mate 90 diluncurkan.
Keberhasilan ini memberi modal finansial dan reputasi untuk mempercepat pengembangan chip Kirin generasi berikutnya, memperluas ekosistem HarmonyOS, serta meningkatkan investasi di R&D kamera dan AI.
Pencapaian 8 juta unit terjual bukan hanya angka, tetapi simbol ketahanan teknologi Tiongkok di tengah tekanan geopolitik.
>>> Qualcomm Naikkan Harga Chip, Smartphone Bisa Makin Mahal
Huawei membuktikan bahwa kemandirian teknologi, dukungan pemerintah, dan kepercayaan konsumen domestik bisa menciptakan ekosistem yang tangguh.
