unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Larang Impor Robot Humanoid Asing, Targetkan China

AS Larang Impor Robot Humanoid Asing, Targetkan China

AS Larang Impor Robot Humanoid Asing, Targetkan China
Ilustrasi: AS Larang Impor Robot Humanoid Asing, Targetkan China
A A Ukuran Teks16px

Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) pada Selasa mengumumkan larangan impor robot humanoid buatan luar negeri, sebuah langkah yang secara langsung menargetkan China.

Keputusan ini diambil dengan alasan bahwa robot-robot tersebut menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

>>> Noor Faizah Maenofie Dokter Apa? Ini Rekam Jejak Istri Bupati Pemalang yang Ikut Diamankan KPK

Larangan FCC mencakup impor robot humanoid, robot berkaki empat (robot anjing), serta inverter daya buatan asing.

FCC menyatakan bahwa robot canggih dari luar negeri menimbulkan kerentanan rantai pasok, risiko siber, dan ancaman keamanan nasional bagi AS.

Ketua FCC Brendan Carr mengatakan langkah ini bertujuan untuk "mengamankan rantai pasok kritis Amerika."

China saat ini menguasai sekitar 85% pangsa pasar robot humanoid global, menurut perkiraan analis.

Barclays mencatat bahwa pada 2025, China menyumbang sekitar 85% dari total pengiriman robot humanoid di dunia.

Analis Morgan Stanley memperkirakan pasar robot humanoid China bisa mencapai 15 miliar dolar AS pada 2030.

Dari sekitar 15.000 robot humanoid yang dikirim secara global pada 2025, Unitree dan AGIBOT masing-masing mengirim lebih dari 5.000 unit.

>>> Prediksi Susunan Pemain Port FC vs Persija Jakarta, Simak Line Up Macan Kemayoran

Sementara itu, pesaing AS seperti Tesla dan Figure AI hanya mengirim beberapa ratus unit atau kurang, menurut Omdia.

Analis Morningstar, Kangyuxiao Li, mengatakan bahwa larangan ini melindungi pengembang AS dari persaingan harga, tetapi tidak akan memperlambat pengembangan robot humanoid China secara keseluruhan.

China juga menargetkan Eropa sebagai pasar utama untuk robot canggihnya, termasuk robot humanoid, kata Omdia.

Larangan ini berpotensi memengaruhi kolaborasi antara perusahaan teknologi AS dan China, seperti kemitraan Nvidia dengan Unitree.

Pentagon baru-baru ini memasukkan Unitree ke dalam daftar perusahaan yang diduga memiliki hubungan dengan militer China, sebuah klaim yang ditolak Beijing.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya AS yang lebih luas untuk membatasi teknologi China, termasuk larangan impor drone buatan China dan pembatasan model AI sumber terbuka.

>>> Bursa Saham Asia Variatif, IHSG Berubah Merah di Sesi I

Samm Sacks dari New America think tank mengatakan bahwa ini adalah "drumbeat potensi titik api" menjelang pertemuan puncak Trump-Xi yang direncanakan pada September.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot