Microsoft Corp.
dan Meta Platforms Inc. akan segera menguji kesabaran investor yang semakin menipis terhadap pengeluaran besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI).
>>> JETOUR T2 i-DM Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Adventure SUV PHEV Dibanderol Rp688 Juta
Kedua perusahaan teknologi raksasa ini dijadwalkan melaporkan hasil keuangan setelah penutupan pasar pada Rabu waktu setempat.
Meskipun keduanya diperkirakan mencatat pertumbuhan pesat, Wall Street diperkirakan lebih fokus pada dampak belanja modal terhadap posisi kas mereka.
Kekhawatiran Pasca Laporan Alphabet
Pekan lalu, Alphabet Inc. melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan pada sejumlah indikator.
>>> Transmigrasi Era Baru: Bangun Kawasan, Mahasiswa Jadi Motor Pemetaan Potensi Daerah
Namun, sahamnya justru mengalami hari terburuk dalam lebih dari setahun karena mencatatkan arus kas negatif untuk pertama kalinya sejak menjadi perusahaan publik.
Lonjakan belanja modal menjadi penyebab utama arus kas negatif tersebut.
Microsoft dan Meta, bersama Alphabet dan Amazon. com Inc., termasuk kelompok dengan pengeluaran terbesar untuk AI.
>>> BMKG Siapkan OMC untuk Isi Waduk Antisipasi Kekeringan
Namun, keduanya dianggap kurang memiliki beberapa kualitas kepemimpinan industri dibanding Alphabet, sehingga pasar kemungkinan akan lebih skeptis terhadap laporan mereka.
