Visa Inc. memperkuat strategi bisnisnya di segmen nasabah affluent atau masyarakat berdaya beli tinggi melalui pembaruan layanan Visa Infinite.
Langkah ini dilakukan seiring proyeksi pertumbuhan rumah tangga affluent di Indonesia yang diperkirakan meningkat lebih dari tiga kali lipat sepanjang periode 2026 hingga 2030.
>>> Rekomendasi Tablet Advan Harga Rp1 Jutaan hingga Rp2 Jutaan, Cocok untuk Belajar, Kerja, dan Hiburan
Pertumbuhan tersebut membuka peluang besar bagi industri pembayaran digital, perbankan, dan penyedia layanan gaya hidup premium.
Visa melihat Indonesia sebagai salah satu pasar dengan perkembangan segmen affluent tercepat di Asia Pasifik.
Perubahan karakter konsumen premium juga semakin nyata, di mana kemewahan kini lebih mengarah pada pengalaman yang relevan dengan gaya hidup masing-masing individu.
Data Visa Business and Economic Insights pada Juli 2025 menunjukkan peluang pasar affluent di Indonesia terus berkembang.
Sementara itu, Knight Frank dalam The Wealth Report 2026 memperkirakan jumlah rumah tangga affluent di Indonesia akan melonjak lebih dari tiga kali lipat hingga 2030.
Secara regional, pertumbuhan segmen affluent di Asia Pasifik diperkirakan mencapai tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sekitar 8 persen hingga 2030.
Kondisi tersebut menciptakan ruang ekspansi baru bagi penerbit kartu, mitra merchant premium, dan berbagai penyedia layanan keuangan.
Perubahan perilaku belanja masyarakat affluent juga semakin terlihat.
Berdasarkan kajian Visa bertajuk The Changing Face of Asia's Affluent, kelompok konsumen premium di Asia Pasifik meningkatkan pengeluaran hampir tiga kali lebih cepat dibandingkan pemegang kartu lainnya.
Peningkatan belanja tersebut terutama terjadi pada sektor perjalanan, kuliner, hiburan, dan aktivitas gaya hidup yang menawarkan pengalaman eksklusif dan personal.
Bahkan lebih dari separuh konsumen affluent kini lebih mengutamakan pengalaman cultural immersion dibandingkan bentuk kemewahan tradisional.
