Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membidik potensi peningkatan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla dari 330 megawatt (MW) menjadi 1,1 gigawatt (GW).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan potensi panas bumi di wilayah PLTP Sarulla yang dapat dimanfaatkan untuk energi listrik setara hingga 1,1 GW.
>>> iPhone 18 Pro Max atau iPhone Ultra Fold? Simak 5 Kelebihan dan Kekurangannya
Saat ini, produksi listrik PLTP Sarulla turun ke level sekitar 220 MW akibat sejumlah persoalan teknis. Investasi akan dilakukan bertahap dan diprioritaskan untuk mengembalikan produksi ke kapasitas terpasang.
"Jadi untuk bagaimana dari 330 [MW] ini potensinya kan ada 1.100 megawatt. Jadi ini direncanakan ada tambahan investasi secara bertahap.
>>> Bigmo Kembali Viral Usai Ajak Anak di Bawah Umur Promosikan Vape
Yang ini ada permasalahan di awal itu harus kita selesaikan.
Ini selesai, ya kita akan mengejar tambahan produksi untuk menjadi totalnya 1.100 megawatt," kata Yuliot di PLTP Sarulla, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (31/7/2026).
>>> Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026
Dalam kaitan itu, Yuliot mengungkapkan PT Sarulla Operations Ltd akan melakukan investasi baru sekitar US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun untuk mengembalikan kapasitas produksi listrik PLTP Sarulla.
