Dugaan pencemaran debu dari aktivitas pabrik kapur di Kecamatan Cipatat dan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kian mengkhawatirkan.
Hasil skrining massal Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB mengungkap ratusan warga mengalami gangguan pernapasan, sementara 378 orang masuk kategori suspek tuberkulosis (TB).
>>> Tertipu Tiket BTS di Threads, Penggemar Rugi Lebih dari Rp6 Juta
Temuan tersebut menjadi sinyal serius yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Di tengah keluhan warga mengenai debu yang diduga berasal dari kawasan industri kapur, hasil pemeriksaan kesehatan kini menunjukkan banyak warga harus menjalani pemeriksaan lanjutan akibat ditemukannya indikasi gangguan paru-paru.
Hasil Skrining Kesehatan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia Nurliani Sukandar, mengatakan skrining kesehatan dilaksanakan pada 25-31 Juli 2026 melalui kolaborasi Dinkes Provinsi Jawa Barat, Dinkes KBB, empat puskesmas, dan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Selama sepekan pelaksanaan, tercatat 2.974 kunjungan pelayanan kesehatan.
Sebanyak 2.870 orang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sedangkan 1.772 warga menjalani pemeriksaan rontgen dada untuk mendeteksi gangguan pada paru-paru.
>>> Destry: Kenaikan BI Rate 100 Bps Bikin Rupiah Lebih Stabil
Hasilnya mengejutkan, sebanyak 378 warga atau 13,2 persen dinyatakan suspek TB.
Dari jumlah tersebut, 304 orang telah menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) guna memastikan diagnosis.
Tak hanya itu, 267 warga mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sementara 25 orang lainnya terindikasi sebagai suspek Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
"Dinkes juga menemukan 819 warga memiliki indikasi hipertensi dan 117 orang menunjukkan gejala diabetes melitus," kata Lia kepada Poskota, Senin, 3 Agustus 2026.
Dia melanjutkan, dari hasil skrining, sebanyak 549 peserta tercatat sebagai perokok.
>>> Rumor Media Sosial Picu Gelombang Migrasi Besar ke Ceuta
Faktor tersebut dinilai dapat memperbesar risiko gangguan paru, namun tidak menghilangkan pentingnya menelusuri kemungkinan pengaruh kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat di sekitar kawasan industri.
