unique visitors counter
⌂ Beranda › News › AS Tawarkan Hadiah Rp400 M untuk Warga AS yang Pimpin Kartel Meksiko
News

AS Tawarkan Hadiah Rp400 M untuk Warga AS yang Pimpin Kartel Meksiko

Juan Carlos González, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco
AS Tawarkan Hadiah Rp400 M untuk Warga AS yang Pimpin Kartel Meksiko
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Amerika Serikat pada Rabu (5/8/2026) menawarkan hadiah sebesar 25 juta dolar AS atau sekitar Rp400 miliar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Juan Carlos González, yang juga dikenal sebagai "Pelón".

Hadiah itu dinaikkan dari sebelumnya 5 juta dolar AS.

Langkah ini menjadi bagian dari tekanan yang meningkat terhadap warga negara AS yang muncul sebagai tokoh utama kartel paling kuat di Meksiko.

Administrasi Trump menawarkan total 100 juta dolar AS dalam bentuk hadiah untuk berbagai pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG).

Selain itu, mereka juga membatasi visa bagi anggota keluarga dan rekan bisnis para anggota kartel.

Pejabat AS mengatakan hadiah tersebut, bersama dengan dakwaan baru terhadap lima pemimpin tingkat tinggi lainnya, bertujuan melumpuhkan kepemimpinan organisasi.

Presiden Donald Trump telah meningkatkan tekanan pada Meksiko dan negara-negara Amerika Latin lainnya untuk menjalankan agenda keamanannya.

"Organisasi-organisasi canggih ini menggunakan kekerasan dan ketakutan untuk mempertahankan kendali atas impor narkotika mematikan ke Amerika Serikat, termasuk fentanil, kokain, metamfetamin, dan obat-obatan ilegal lainnya.

Tindakan mereka menyebarkan kekerasan dan kematian ke komunitas kita," kata Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche kepada wartawan di Washington.

CJNG termasuk dalam delapan kartel Meksiko yang ditetapkan sebagai organisasi teroris asing.

Kelompok ini mendapat pukulan pada Februari ketika pemimpinnya, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, atau "El Mencho", tewas oleh militer Meksiko.

AS memberikan intelijen untuk operasi tersebut, yang mengakibatkan ledakan kekerasan di negara bagian Jalisco.

González, anak tiri Oseguera Cervantes dan warga negara ganda Meksiko-AS, dilaporkan telah mengambil alih kendali kartel yang terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari produksi alpukat hingga penyelundupan narkoba.

Langkah Rabu itu datang beberapa minggu setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap 50 orang dan perusahaan yang terkait dengan kartel, termasuk González.

Sanksi tersebut membekukan aset dan memblokir transaksi keuangan AS dengan pihak-pihak yang disebutkan.

Kartel ini dianggap yang terbesar di Meksiko, dengan kehadiran di 21 dari 32 negara bagian. Operasinya telah meluas ke beberapa negara, termasuk AS.

Administrasi Trump telah meningkatkan tekanan pada pemerintah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk menindak lebih keras kartel, bahkan mengancam aksi militer terhadap kelompok-kelompok tersebut.

Di antara mereka yang didakwa dalam dakwaan yang baru dibuka adalah mantan menantu Oseguera Cervantes, Julio Alberto Castillo Rodriguez, dan Hugo Gonzalo Mendoza Gaytan, yang oleh pihak berwenang digambarkan sebagai anak baptis mantan pemimpin tersebut.

Semua terdakwa didakwa dengan pelanggaran perdagangan narkoba dan senjata api.

"Ini adalah perjuangan melawan CJNG yang baru saja kita mulai, dan kita tidak akan mundur," kata Terrance Cole, kepala Badan Penegakan Narkoba AS (DEA), kepada wartawan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru