PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) mencatat penurunan laba bersih sepanjang semester I-2026.
Kongsi Grup Harita dan Glencore ini tertekan oleh portofolio bisnis alumina dari Well Harvest Winning Alumina Refinery.
>>> Dugaan Pemicu Kebakaran di Gunung Bromo dan Kondisi Terkini
Melalui anak usahanya, CITA memiliki eksposur bisnis alumina dengan kepemilikan saham minoritas di PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHWAR).
Perusahaan itu merupakan usaha patungan China Hongqiao Limited dan Winning Investment (HK) Company Limited.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih CITA merosot 62,14% menjadi Rp625,75 miliar secara tahunan.
>>> Kontrakan Pelaku Mutilasi di Depok Dipenuhi Bercak Darah, Puslabfor Selidiki Sisa Potongan Tubuh
Padahal, penjualan bersih dari bisnis bauksit naik 36,8% ke level Rp1,9 triliun pada periode yang sama.
Namun, margin dari bisnis bauksit menyusut akibat kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp1,29 triliun. Alhasil, margin bruto turun menjadi 32,1% dari sebelumnya 42,7%.
>>> Trump Salahkan Kanada soal Kebakaran, Ilmuwan Justru Sorot Perubahan Iklim
Sebagian besar bauksit dari tambang CITA dijual ke WHWAR, dengan porsi sekitar 77,43% dari pendapatan perseroan.
