Sektor properti Indonesia menunjukkan perbaikan pada kuartal II-2026.
Setelah sempat melemah cukup dalam pada awal tahun ini, aktivitas pasar primer pelan-pelan bergerak ke arah yang positif.
>>> Penembakan di Sekolah Debsirin Thailand Tewaskan Tujuh Orang, Polisi Selidiki Akses Senjata Pelaku
Survei Harga Properti Residensial (SHPR) periode kuartal II-2026 yang dirilis Bank Indonesia (BI) menggambarkan sektor ini mulai keluar dari fase kontraksi, tetapi juga belum masuk ke fase ekspansi.
Pemulihan yang terjadi masih jauh dari kata solid. Harga rumah memang meningkat, penjualan juga tercatat pulih, tapi permintaan belum kuat, dan pembiayaan juga masih hati-hati.
Indeks Harga Properti Residensial
BI mencatat Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh 0,69% secara tahunan (year-on-year/yoy), sedikit lebih tinggi daripada kuartal sebelumnya.
>>> Preview Man City vs Atletico Madrid: Ujian Terakhir Jelang Musim Baru
Secara kuartalan, IHPR juga naik sebesar 0,26%, lebih tinggi dari capaian kuartal I-2026 yang hanya 0,04%.
Perbaikan ini bukan datang dari lonjakan permintaan. Penopangnya justru datang dari rumah tipe besar yang tercatat berkinerja lebih baik dari kuartal sebelumnya.
>>> ESDM: Train 1 BP Tangguh Sempat Terkendala, Kini Normal
Rumah tipe besar mencatat pertumbuhan penjualan dari kontraksi 8,03% menjadi tumbuh 13,08% secara tahunan.

