PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah menghadapi gejolak harga bahan bakar avtur pada kuartal II-2026.
Maskapai pelat merah itu belum merilis laporan keuangan kuartal II-2026 karena masih dalam tahap audit.
Manajemen GIAA menyebut volatilitas harga bahan bakar dan dinamika geopolitik global menjadi faktor eksternal yang dihadapi seluruh pelaku industri penerbangan, baik nasional maupun global.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara Surabaya Investor Meeting and Connectivity, dikutip Minggu (9/8/2026).
Manajemen menegaskan pihaknya mencermati pergerakan harga avtur dan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.
Langkah tersebut diambil agar dampak terhadap struktur biaya operasional dan kinerja keuangan dapat dikelola secara terukur.